13/05/2014
memo(rise)
this story was made when i was trying to finish my own general psych report. so , there'll be some words which contain psychological meaning.
sore hari di waktu senggang
"dan akhirnya aku selalu mencoba untuk mengakhiri semua ini...." ucap ia padaku , sang matahari pencerah hariku , seharusnya.
"aku tak yakin kamu telah berkata yang sebenarnya. kamu terlalu menikmati proses menghapus ingatan di long term memory kamu. setiap hari kamu membuat hari bahagia bersamanya , bagaikan dunia tidak akan pernah berakhir, bukan?" aku tak pernah berdoa bahwa dia akan seperti ini, defense mechanism kamu terlalu kuat , my sunshine . tak berdaya diriku juga pula dirimu sendiri. tak bisa lagi aku cegah semua ini. terlalu dalam untuk kembali dibawa ke permukaan. sakit , perih , untuk menanyakan mengapa hal ini bisa terjadi.
"dan aku begitu tak sadar memanfaatkan implicit memory - ku , secara tak sadar pula aku (pasti terus) mengingatnya. walaupun aku tak pernah berusaha untuk itu semua."
kamu terlalu banyak alasan untuk menjadi dirimu sendiri. ini bukan "my sunshine" yang aku kenal , kamu berubah , kamu tak sama lagi.
dan aku terlalu lelah untuk meneruskan demi menghancurkan benteng perasaanmu yang terlalu tebal itu , tapi, ya begitulah.....
aku hanya bisa menikmati kopi dingin yang memang telah dingin, aku terlalu nervous untuk berhadapan denganmu. yang notabene nya bukan lagi siapa-siapaku . walaupun aku tetap selalu menganggap kamulah satu- satunya di dunia ini . hanya untukku.
"kalau kamu mengantuk , sudah , tidur saja , aku tak apa sendiri . masih ingin menikmati angin segar, mencari kesunyian sendiri." ujarnya , melihatku yang sudah menguap seraya menangis karena mengantuk.
malam 17 oktober tahun lalu, ya aku mimpi lagi tentang masa itu.
"malam gelap , sinar bulan menyinari kita semua, dibawah lindungan Tuhan, dengan bertaburan bintang. malam ini sungguh indah bukan?" aku melihat ke atas , sambil melihat wajahmu , membayangkan ada kamu diatas langit malam itu . bersinar , menerangi , menemani daku.
"iya , lebih indah lagi bila semua ini bisa kita lihat terus (bersama)"
kita beranjak dari karpet mimpi indah kita , selesai menatap indahnya ciptaan Tuhan yang Maha Kuasa. Dan kamu pun , ciptaan Tuhan, yang paling bisa membuatku buta , buta akan cinta (saja).
"next time kesini lagi yah , seru" - kata terakhirmu sebelum masa penyeleksian memori (seharusnya) namun ternyata aku tetap mengingat itu semua.....(hingga kini)
musik mengayun sendu , menikmati seliweran angin malam yang syahdu , menyapu seluruh debu dan kenangan yang membekas di jiwa , yang membuat kita nyaman , tenang , tersenyum lagi . Namun bagiku tidak , ternyata malam ini adalah awal mimpi burukku , yang menggentayangi hingga kini. Kebaikanmu , kesediaan 100% waktumu untuk aku , tak pernah jua merobohkan tembokmu itu. Tembok penuh kemunafikkan. harus aku katakan kemunafikan , karena setelah malam itu, kamu tak lagi sejujur dulu , tak sejujur yang aku harap sebelumnya. memang kisah ini hanya cerita basi kemarin. that won't bring us to our future .
dibelakangku , aku mendengar kamu membisikan kalimat pilu
"aku harus pergi darinya . memilih ladang yang lain. tempat baru , orang baru , suasana baru. dengan tingkat kenyamanan jauh diatas dia (re:aku)"
dan lagi aku tak kuasa harus berbuat apa, terlalu hina kah diriku ini? semudah itu kamu lupakan ini semua? apakah working memori mu bermasalah?
aku termenung, kemudian tak berdaya, ingin pingsan rasanya , dan aku terlalu lemah untuk meminta tolong, aku bukan siapa - siapa, tak ada yang bisa aku ajak bicara lagi , tak ada yang bisa aku tumpahkan segala rasa yang ada di hati
*semenit kemudian aku pingsan. dalam kesendirian*
*setengah jam kemudian*
"hey, kamu nggak apa-apa? kenapaa?" dia mencoba membangunkanku.
"nggak, nggak apa-apa." maafkan aku lagi-lagi berbohong padamu. cukup dengan semua bisikanmu tadi kepadanya. kamu tersihirnya, namun magnetku tetap pada kamu. cukup. aku lelah. selama ini aku tidak pernah tau apa yang sebenarnya terjadi. kesenangan yang memang hanya tersingkap berdua, dunia tidak pernah ingin tahu. terserah kamu sekarang, mau bagaimana , tapi izinkanlah aku untuk selalu ada dimanapun kamu butuhkan aku. aku memang tak berdaya, tapi doaku ini lebih mengalir jauh untukmu , selalu. tenang saja
aku tak tahu apakah ini sebuah kesalahan
memilih untuk mencintaimu dalam diam , dalam kesendirian , dalam doa , dalam jarak antara kamu dan dia , antara kejujuran dan kebohongan , dan seluruh antara yang membuat antara diantara kita.
dan kini
kita tetap seiring , berjalan bersama seperti sepatu , yang selalu berdua tapi tak pernah jadi satu. ciptakan memori berjalan diantara rintangan, keindahan, senang , sedih , dan berbagai batu kerikil yang siap menghadang
hai kamu , selalu membangkitkan memori , ya kamu , aku sebut kamu memorize , kenangan. kamu kenangan yang Tuhan ciptakan terlalu indah , sehingga aku sulit lupa :) .
- ini serpihan hati kecil dari orang yang pernah menyayangimu , hingga kini, seseorang yang tak pernah kamu recognize keberadaannya:") -
sore hari di waktu senggang
"dan akhirnya aku selalu mencoba untuk mengakhiri semua ini...." ucap ia padaku , sang matahari pencerah hariku , seharusnya.
"aku tak yakin kamu telah berkata yang sebenarnya. kamu terlalu menikmati proses menghapus ingatan di long term memory kamu. setiap hari kamu membuat hari bahagia bersamanya , bagaikan dunia tidak akan pernah berakhir, bukan?" aku tak pernah berdoa bahwa dia akan seperti ini, defense mechanism kamu terlalu kuat , my sunshine . tak berdaya diriku juga pula dirimu sendiri. tak bisa lagi aku cegah semua ini. terlalu dalam untuk kembali dibawa ke permukaan. sakit , perih , untuk menanyakan mengapa hal ini bisa terjadi.
"dan aku begitu tak sadar memanfaatkan implicit memory - ku , secara tak sadar pula aku (pasti terus) mengingatnya. walaupun aku tak pernah berusaha untuk itu semua."
kamu terlalu banyak alasan untuk menjadi dirimu sendiri. ini bukan "my sunshine" yang aku kenal , kamu berubah , kamu tak sama lagi.
dan aku terlalu lelah untuk meneruskan demi menghancurkan benteng perasaanmu yang terlalu tebal itu , tapi, ya begitulah.....
aku hanya bisa menikmati kopi dingin yang memang telah dingin, aku terlalu nervous untuk berhadapan denganmu. yang notabene nya bukan lagi siapa-siapaku . walaupun aku tetap selalu menganggap kamulah satu- satunya di dunia ini . hanya untukku.
"kalau kamu mengantuk , sudah , tidur saja , aku tak apa sendiri . masih ingin menikmati angin segar, mencari kesunyian sendiri." ujarnya , melihatku yang sudah menguap seraya menangis karena mengantuk.
malam 17 oktober tahun lalu, ya aku mimpi lagi tentang masa itu.
"malam gelap , sinar bulan menyinari kita semua, dibawah lindungan Tuhan, dengan bertaburan bintang. malam ini sungguh indah bukan?" aku melihat ke atas , sambil melihat wajahmu , membayangkan ada kamu diatas langit malam itu . bersinar , menerangi , menemani daku.
"iya , lebih indah lagi bila semua ini bisa kita lihat terus (bersama)"
kita beranjak dari karpet mimpi indah kita , selesai menatap indahnya ciptaan Tuhan yang Maha Kuasa. Dan kamu pun , ciptaan Tuhan, yang paling bisa membuatku buta , buta akan cinta (saja).
"next time kesini lagi yah , seru" - kata terakhirmu sebelum masa penyeleksian memori (seharusnya) namun ternyata aku tetap mengingat itu semua.....(hingga kini)
musik mengayun sendu , menikmati seliweran angin malam yang syahdu , menyapu seluruh debu dan kenangan yang membekas di jiwa , yang membuat kita nyaman , tenang , tersenyum lagi . Namun bagiku tidak , ternyata malam ini adalah awal mimpi burukku , yang menggentayangi hingga kini. Kebaikanmu , kesediaan 100% waktumu untuk aku , tak pernah jua merobohkan tembokmu itu. Tembok penuh kemunafikkan. harus aku katakan kemunafikan , karena setelah malam itu, kamu tak lagi sejujur dulu , tak sejujur yang aku harap sebelumnya. memang kisah ini hanya cerita basi kemarin. that won't bring us to our future .
dibelakangku , aku mendengar kamu membisikan kalimat pilu
"aku harus pergi darinya . memilih ladang yang lain. tempat baru , orang baru , suasana baru. dengan tingkat kenyamanan jauh diatas dia (re:aku)"
dan lagi aku tak kuasa harus berbuat apa, terlalu hina kah diriku ini? semudah itu kamu lupakan ini semua? apakah working memori mu bermasalah?
aku termenung, kemudian tak berdaya, ingin pingsan rasanya , dan aku terlalu lemah untuk meminta tolong, aku bukan siapa - siapa, tak ada yang bisa aku ajak bicara lagi , tak ada yang bisa aku tumpahkan segala rasa yang ada di hati
*semenit kemudian aku pingsan. dalam kesendirian*
*setengah jam kemudian*
"hey, kamu nggak apa-apa? kenapaa?" dia mencoba membangunkanku.
"nggak, nggak apa-apa." maafkan aku lagi-lagi berbohong padamu. cukup dengan semua bisikanmu tadi kepadanya. kamu tersihirnya, namun magnetku tetap pada kamu. cukup. aku lelah. selama ini aku tidak pernah tau apa yang sebenarnya terjadi. kesenangan yang memang hanya tersingkap berdua, dunia tidak pernah ingin tahu. terserah kamu sekarang, mau bagaimana , tapi izinkanlah aku untuk selalu ada dimanapun kamu butuhkan aku. aku memang tak berdaya, tapi doaku ini lebih mengalir jauh untukmu , selalu. tenang saja
aku tak tahu apakah ini sebuah kesalahan
memilih untuk mencintaimu dalam diam , dalam kesendirian , dalam doa , dalam jarak antara kamu dan dia , antara kejujuran dan kebohongan , dan seluruh antara yang membuat antara diantara kita.
dan kini
kita tetap seiring , berjalan bersama seperti sepatu , yang selalu berdua tapi tak pernah jadi satu. ciptakan memori berjalan diantara rintangan, keindahan, senang , sedih , dan berbagai batu kerikil yang siap menghadang
hai kamu , selalu membangkitkan memori , ya kamu , aku sebut kamu memorize , kenangan. kamu kenangan yang Tuhan ciptakan terlalu indah , sehingga aku sulit lupa :) .
- ini serpihan hati kecil dari orang yang pernah menyayangimu , hingga kini, seseorang yang tak pernah kamu recognize keberadaannya:") -
Subscribe to:
Posts (Atom)