28/10/2014
20/10/2014
seketika sendu
lampu remang-remang mengiringi langkah ku malam ini
seketika semua momen kembali tersingkap
aku , kalian , mereka , dan semuanya ada didalamnya
jalanan kali ini sunyi senyap
seakan alam begitu senada
seakan semua hal kembali saat itu juga
ketika aku berjalan di separuh malam ini aku termenung
aku bertanya
apakah sebenarnya makna sejati dari hadirnya semua ini?
seketika semua momen kembali tersingkap
aku , kalian , mereka , dan semuanya ada didalamnya
jalanan kali ini sunyi senyap
seakan alam begitu senada
seakan semua hal kembali saat itu juga
ketika aku berjalan di separuh malam ini aku termenung
aku bertanya
apakah sebenarnya makna sejati dari hadirnya semua ini?
12/10/2014
08/10/2014
topeng
aku lukis permukannya dengan cat
bukan sembarang cat
ku hias dengan indah
aku lubangi bagian itu
agar ku tetap bisa bernapas dan melihat dunia
ia memberikan sinar, cahayanya , menerangi dari manik-maniknya
cantik, rupawan , itu orang bilang
dan aku tidak segan
berlenggak lenggok sana-sini
aku yakin aku paling mempesona di keramaian
dalam balutan topeng ini
aku membuka sisi lain aku
semua hal buruk jadi baik
semua hal baik semakin terlihat
rasanya amat sempurna malam ini
kamu dan semua orang mengapresiasi kehadiranku malam itu
namun
ketika aku terjatuh, dan topeng itu terlempar dari muka ku
tersingkaplah keburukan nampak di wajah ku
seburuk itukah aku
lantas perdebatan diri tak bisa selesai
semua mencemooh
mereka bilang aku tukang tipu
aku berlari , berlari sejauh mungkin
berlari bersama apa yang sudah aku lakukan
namun bukan berarti aku tak memakai topeng lagi
dan aku masih punya ratusan topeng lainnya
dan akupun saat ini bertopeng, ketika menghadapimu
random night
Jatinangor, 8/10/2014 22.50
bukan sembarang cat
ku hias dengan indah
aku lubangi bagian itu
agar ku tetap bisa bernapas dan melihat dunia
ia memberikan sinar, cahayanya , menerangi dari manik-maniknya
cantik, rupawan , itu orang bilang
dan aku tidak segan
berlenggak lenggok sana-sini
aku yakin aku paling mempesona di keramaian
dalam balutan topeng ini
aku membuka sisi lain aku
semua hal buruk jadi baik
semua hal baik semakin terlihat
rasanya amat sempurna malam ini
kamu dan semua orang mengapresiasi kehadiranku malam itu
namun
ketika aku terjatuh, dan topeng itu terlempar dari muka ku
tersingkaplah keburukan nampak di wajah ku
seburuk itukah aku
lantas perdebatan diri tak bisa selesai
semua mencemooh
mereka bilang aku tukang tipu
aku berlari , berlari sejauh mungkin
berlari bersama apa yang sudah aku lakukan
namun bukan berarti aku tak memakai topeng lagi
dan aku masih punya ratusan topeng lainnya
dan akupun saat ini bertopeng, ketika menghadapimu
random night
Jatinangor, 8/10/2014 22.50
tiap saat rasanya
malam mulai menjemput matahari dari tatapannya , sinarnya pun mulai gelap saat itu
hari tak terasa telah berganti lagi
aku saat ini hanya bisa memandangi perubahan yang datang
dan perginya terserah, saat kehendak-Nya hadir , ya semua mengikuti saja
perasaan ini hadir , kalang kabut
hadir dan lalu hilang kembali
lalu aku bertanya kepada orang yang hadir seketika dibenakku
kamu tau semua tanda ini apa?
kamu menggelengkan kepalamu
lalu aku tetap tidak diam
aku tetap saja melempar pertanyaan
meski kau hanya di benakku
aku merasa kamu ada
apakah kau pernah mengerti kekecewaan ini sangat menyiksaku?
dan lagi lagi kamu tidak menjawab
ya , karena kamu cuma ada di benakku, bukan realitasku
lalu aku kembali membayangkan
apakah kamu pernah tahu rasanya ditolak begitu saja?
bagai mimpi di siang bolong
semua rasanya sekelebat hadir dan lalu hilang
entah aku harus bicara pada siapa
dan tetap saja hidupnya berlalu bersama sandiwara yang dibuatnya
namun aku memikirkan kenyataannya
bahwa sejatinya kehidupan ini hanya ilusi semata
tidak ada segala hal yang sejati
hanya diri-Nya lah yang sejati
bukan juga kamu
hanya bayangan
tipu muslihat
mengunci mulut tapi tak dapat mengunci emosi
karena aku manusia, kamu juga
aku sudah coba semua hal
hal yang mungkin menurutmu gila
bahkan aku sendiri sudah melepaskan diri dari ikatan logika
batas kewajaran hilang sudah
lalu aku ambil belati di saku-ku
kupandangi sambil berkata
inikah jalan yang terbaik...atau tidak
tidak , ini bukan seharusnya
namun aku terlanjur sakit
merah segar terlanjur hadir
walau belum banyak , aku puas
rasa beban sedikit hilang
aku merasa terlepas akan segala hal
tak lagi terbelenggu
jiwa ini melayang jauh terbang , mendekat ke awan
aku terbangun ,
ya , aku hanya bermimpi sekian lama ini
tetap saja aku harus berjalan diatas kekecewaanku
dunia mengecewakan
sungguh
mungkin hanya aku yang merasakan
kamu tidak , dia tidak , yang lain tidak
aku tidak paham
kamu pun juga tidak
hanya torehan ini yang bisa aku keluarkan
di atas kekecewaan yang membelenggu
Jatinangor, 8/10/2014 22.24
02/10/2014
Subscribe to:
Posts (Atom)