21/12/2015

Kata siapa?

Dan aku lelah
untuk pura-pura tidak perduli

Aku bertanya
mengapa aku selalu merasa ada?
bila sebenarnya tidak ada

Semua menggelengkan kepala

Aku pun begitu

Ingin rasanya ku kembali ke fase itu

Dimana bahagia sesederhana itu

Kehadiranmu 

Yang cukup buatku merasa dilindungi

Aku lelah
Aku benci

Yang aku lakukan hanyalah ingin menyudahinya saja

Tapi yang aku bisa lakukan hanya berdiri di ujung jalan sana

Menanti menjadi tempat kamu terakhir kali berhenti , nanti.




Seperti pembicaraan malam ini, 
Kamu bertanya,

"kata siapa ?"

Kata aku dan seluruh isi kepalaku sendiri, dan seluruh kecurigaanku yang tanpa henti membayangiku

14/12/2015

what if

what if you knew the one who gave you that "feminine" thing was me?

you told me that you were so happy
then you were ask me to tell you who was the sender (if i knew who it was)

what if you knew it was me, would you do the things you told me last time?

you said you will give anything to her , as a thank

even I already knew that thing would be happen if you find the one who gave that was me

I am sorry
I was being such a fool for you

I think this would ruin my mind until the day I tell you the truth
But I'm sorry I can't tell you the truth

I was afraid,


afraid of losing you.




(hari H uas)
(ujian abnormal)
(udah abnormal duluan)

07/12/2015

"Aku pergi dulu ya , nanti aku balik lagi kok. daaah" 
Baru saja 5 menit yang lalu ia datang , lalu sudah pergi lagi, sibuk sekali memang orang satu ini. Sudah kutunggu 30 menit , datangnya cuma 5 menit. Ya, begitulah ia. Iya , dia. Manusia tersibuk sejagat raya. Itu pun kami hanya punya kesempatan bertemu di depan gang rumah saja , sambil menikmati derasnya hujan di sore hari. 

Sms masuk, 
"Maaf ya Fay , ini Juni. Tadi hp aku ketinggalan , jadi aku pinjem hp temen dulu. Aku cuma pengen ngabarin kamu kalo aku baik-baik aja. Terimakasih jas hujannya" . 
Aku hanya bisa menjawab seadanya
"Gapapa kok Jun. It was happy to see you for a while. It's okay if you're busy, i'll be fine :). Have a nice day!"

Lalu hanya di buka saja sms tersebut olehnya , tanpa balasan lagi. 

Rintikan hujan
Menghangatkan kalbuku
Difoto kilatan cahaya
Aku meringkuk ketakutan




 

06/12/2015

:)


Ketika kamu ingin masuk padahal sudah diberi izin
Tapi kamu tetap saja tidak membuka sepatu mu
Tidakkah kamu mengetahuinya ?
Bahwa kamu telah dipersilahkan
Mengapa begitu sulit untuk melangkah padahal pintu telah terbuka?

Mungkin bukan langkah yang dibutuhkan
Hanya kita memang perlu untuk bicara
Bisa jadi aku bisa jadi kamu

Jangan ragu, jangan takut.

"Say what you wanna say. And let the words fall out. Honestly, I wanna see you be brave" - Brave popularized by Sara Bareilles

03/12/2015

27/11/2015

Terlalu

Bagaimana ketika kopi tanpa gula tetap terasa seperti dituangkan 2 sendok gula? Rasanya pas.

Seperti itulah keadaan hari ini, sendirian di toko kopi , mencicipi rasa yang baru pernah kucoba .

Suatu kenikmatan rasa yang tiada bandingannya , mungkin aku hanya berimajinasi , namun sungguh aku benar-benar serius kali ini.

Malam sendu , jiwa yang syahdu.

Dalam suara irama keyboard ku ini aku benar-benar terhanyut menuliskan kata demi kata untuk pikiran yang tak tersalurkan dalam lisanku.

Mungkin tidak akan pernah kamu ketahui betapa bermaknanya diriku ini , mungkin juga kamu tak akan pernah tahu itu.

Dan aku selalu berusaha , mencoba kembali lagi dan lagi.

Pada situasi yang sama pula , aku hilang , aku hilang dalam kesenanganku merangkai kata.

aku ingin

aku ingin bicara padamu tentang semua ini , setidak sabar itu aku memang. aku akui diriku mulai lelah perang dengan batinku sendiri. tolong , aku cuma mau minta tolong sekali ini saja. :"

26/11/2015

Semakin tinggi

Aku sedang berada dalam fase dimana terjadi konflik antara logika dan perasaan
Aku sedang berada di mana segala sesuatu yang aku ingin ketahui tak dijangkau oleh logika namun sampai di perasaanku
Semakin tinggi saja benteng ini

Ketika dorongan ini semakin besar , akan semakin tinggi pula bentengnya
Padahal di sisi yang lain aku sedang mencoba untuk merobohkannya sedikit demi sedikit
Tak cukup untuk sampaikan apa yang ada dari perasaan ke logika-ku ini
Tak cukup kah kau tahu aku selelah ini?
Sudahkah dan sudikah engkau menghentikan permainan ini?

Marilah melangkah ke dalam hal yang lebih jelas, entah ke kanan atau ke kiri
Namun setidaknya aku dapat merobohkan benteng ini
Kan ku lewati seluruh batas diri ini

Agar ku dapat menggapai-mu
Agar ku dapat menjaga-mu
Agar ku dapat menikmati sunyi dan sepi-mu
Agar ku dapat menjadi pelangi hari-mu

Bantulah aku
Tuk merobohkan benteng ini..
Batas-batas antara realita dan impian ini

19/11/2015

Pertanyaan

Mengapa sesuatu bisa berubah sebegitu drastis?
Apakah ada sesuatu?
Apakah ada yang disembunyikan?
Ataukah ada sesuatu yang coba untuk dikatakan namun tak berani?


Kamu ingat dan mungkin akan selalu ingat
Kita pernah saling mengisi 
Mengisi hari-hari dikala jenuh, sedih , senang
Namun semua berubah

Kalau kata lagunya Frozen 
"We used to be best buddies , and now we're not . I wish u could tell me why"

It's a trap 
Because
I know 
We're always try to look at each other's eyes. 
Looking for what's inside there
But we're all get nothing

I wish we could talk again , someday
Just like we used to...



17/11/2015

self reminder

don't trust anybody in this world because they want to make you hurt
don't trust anybody in this world because they want to make themselves win 
don't trust anybody in this world because they never care about you
don't trust anybody
just
don't

02/11/2015

makan siang

"mau makan apa? pesen dulu gih"
"engga kok kenyang , tadi udah masak"
"kapan gue dimasakin?"

aku cuma bisa tersenyum memandangnya. Pertanyaan lumrah bagi setiap orang yang makan bersamaku. Aku memang suka memasak, tapi aku lebih suka melihat mereka makan lahap dengan makanan selain buatanku. Aku tahu makanan ku bukannya tidak enak , aku cuma tidak percaya diri saja.

"yaudah gue pesan duluan ya , lo gapapa nungguin gue makan?"
"seloooooo ah"
"sip"

nikmat rasanya , melihat orang lain lahap makan , apalagi sekarang jam makan siang , pasti lapar sekali bukan?
sebenarnya bukan hanya hal itu sisi nikmatnya kali ini , makan siang ini aku tidak sendiri (meskipun aku memang tidak makan). Sekiranya menemani seseorang yang bisa membuatku seperti ini sekarang , aku merasa baik-baik saja , bahkan lebih baik dari seharusnya.

"makasih udah ditemenin makaan , laper banget parah , dari pagi belum makan"
"sama sama yaa, diet lu?"
"kagak , mana ada kamus diet dalam hidup gue. ohiya, bagaimana projek kita kali ini? siap dong?"
"siaaap bos, mau gimana nih ? diatur aja"
"hahaha siap deh , mantap. ohiya , lo hari ini sendirian aja?"
"iya lah , mau sama siapa coba. emang kenapa?"
"berarti seharian ini bisa nemenin gue kan?"

mau sehari , mau sampai besok , mau setahun kedepan , atau bertahun-tahun kedepan aku tidak pernah keberatan, kok , asal kamu tahu. 

"permisi , mbak ini es teh manisnya, blue ice nya juga"
"oh iya makasih mas"
"hiduplo kerjaannya cuma pesan es teh manis"
"es teh manis punya filosofi sendiri , lo harus tahu itu. sederhana , tapi tidak pernah membuatku bosan, murah tapi tidak murahan , maksudnya es teh manis selalu ada dimana-mana kan, restoran termurah sampai termahal, itu bukti dia bisa bisa dimana saja. es teh manis itu , perpaduan antara panas dan dingin"
"selalu saja , berakhir dengan filosofi"
"udah abisin dulu tuh makanan lo, jangan biasain ga abis kalo makan"
"ini aja udah mau nambah lagi asal lo tau , tapi karena mahal ya ga jadi"
"hahahahahaha nyebelin"

selalu saja , berakhir dengan tertawa , aku coba membawa arus dalampembicaraan kali ini , namun lagi lagi dibelokkan menjadi tawa. makan siang ini selalu kunanti , bukan aku ingin makan , tapi aku ingin selalu mau tahu akan bersama siapa aku makan siang itu. percakapan sendiri ini berputar dikepalaku , selalu. 

"sudah makannya?"
"sudaaaaah , lama ya?"
"seloooo"
((lalu obrolan berlanjut membicarakan proyek yang sedang akan dibuat))

2,5 jam membicarakan proyek pun selesai. aku tidak pernah berharap sesi ini akan selesai.

"sekarang mau kemana kita?"
"ngikut aja gue"
"yaudah yuk kita cari tempat lain"

memang , bersamamu tidak akan pernah usai. namun berganti suasana , dan memang kurasa perlu.
terimakasih makan siangnya , maksudnya kesempatan menemanimu .:





:)

Tahukah kamu tiga huruf itu mengartikan sesuatu?
Tak sampaikah frekuensiku bahwa aku ingin tahu kabarmu hari ini?
Ku hanya ingin kamu melihatku hari ini saja , biarkan kita saling bertatap mata
Sebenarnya dari tiga huruf itu banyak yang ingin aku sampaikan
Tapi nampaknya kamu terlihat menghindar
Kamu asyik dengan yang lain
Dengan kenanganmu
Dengan segala yang menyibukkanmu

Tetap semangat , selamat beraktivitas!

29/10/2015

Cinta datang terlambat

 Kita pernah ditakdirkan dalam diam
Ketika seluruh raga ini tak bisa melakukan apa-apa
Suasana sekitar pun ikut diam , gelap , tanpa cahaya
Namun mataku masih dapat melihat kamu disana

Malam itu aku hanya bergelut dengan isi kepalaku sendiri
Antara aku ingin berbuat sesuatu atau mengalah saja
Namun yang aku lihat hanyalah kekecewaan tergambar di wajahmu
Lagi-lagi aku hanya bisa terdiam

Ada apa dengan kita selama ini?
Tahukah kamu bahwa aku sebenarnya mengetahui semua itu?
Mungkin aku memang tidak pernah tahu seperti apa rasa itu padamu
Yang aku tahu hanyalah ada sesuatu , diantara kamu dan perasaanmu sendiri

Aku tahu , aku merasa dilibatkan dalam hal ini
Mungkin ada rasa yang baru hadir
Namun terlambat aku sadari
Tapi setidaknya aku menyadarinya , at least.

Terlambat , kepalaku terlanjur penuh
Namun mulutmu tetap membisu dihadapanku dan aku pun begitu

"Maaf ya aku mengecewakanmu"

Kata itu saja yang pernah kudengar , sekali
Bukan itu yang ingin aku dengar sebenarnya
Yang aku ingin tahu ialah isi hatimu
Yang menyangkut aku

Ya , sebut saja aku ingin tahu

Tapi kamu juga harus tahu , mengapa semua ini bisa aku sadari begitu lambat
Karena itu , kamu sendiri , dan cinta yang memang baru hadir


Aku sebut itu cinta ,
Kata kamu belum tentu

Tapi satu hal yang pasti ,
memang semuanya terlambat untuk diketahui.
Namun aku tetap , ingin tahu.


Kupasrahkan semua ini , jika memang kita ditakdirkan untuk bersatu , kita kan menjadi satu :)

24/10/2015

Ada ruang bernama jarak


Batas-batas yang tak pernah sejelas ini
Menyelinap diantara kehampaan
Yang mengubahku
Tanpa ragu , tanpa

15/10/2015

Hidup yang selalu dikeluhkan

Orang seringkali bilang "jangan ngeluh mulu kenapasih" tapi keadaannya memang minta dikeluhin banget. Bukan mengungkapkan pikiran untuk defense , tapi cuma lagi agak dissonance ,

13/10/2015

tanya

"Alex!"
"Hai

Seraya menoleh dan melambaikan tangan padaku , kamu berlari menghampiri. Entah apa , padahal bukan maksudku

11/10/2015

Sejenak

Sudah dua jam berlalu , semenjak kau berjanji untuk hadir di detik itu. Dari dandanan ku masih penuh , wajah merah merona , hingga pudar seperti aku dikala pagi , belum mandi. Masih ingin bersabar aku dengan mu , namun...

"cukup! aku sudah terlalu lama menunggu" 

Seraya aku menenggak secangkir cokelat hangat dihadapanku , yang lebih manis dari kamu. Lalu aku duduk kembali. 

"yasudah lah , nanti juga datang"

*hp berdering*

aku ingin sekali jahat kepadamu , rupanya aku tak pernah bisa. Pasti nanti aku yang akan sendiri merasakan lukanya, namun kamu tidak. aku mengalah lagi.

"ya?"
"maaf kamu ada dimana sekarang?"
"...."

Aku selalu saja ingin marah disaat seperti ini, sangat ingin. Tapi lagi-lagi ku tahan saja. Perasaan ini terlalu besar, untukmu seorang. Seseorang yang telah bersama yang lain. Yang menjadi pengharapan orang lain atas kebersamaan kamu dengannya, aku? bukan apa apa dan bukan siapa-siapa juga.

Lalu 25 menit kemudian ,  ia datang dengan keadaan lusuh masih memegang hp nya yang basah , berantakan , nyawa seperti terbang kemana-mana. Aku tak bisa melihatmu , saat ini. 

"kok pertanyaanku tidak kamu jawab tadi?"
"menurutmu?"
"segitu tidak sudikah engkau bicara denganku hari ini?"


Ya , aku marah, sesungguhnya jengkel. Tapi tetap , melanjutkan pembicaraan yang terpotong semenjak tadi pagi itu favoritku. 

"mari duduk, habiskan dulu cappucino dinginnya , yang kamu minta dan kamu cari sedari masih panas"
"kamu memang luar biasa"
"mengapa?"
"rahasia, nanti juga kamu tahu jawabannya"

kita bicara , dari kaku , sampai hanya tertawa terbahak-bahak melihat wajah satu sama lain. Oh tidak mungkin aku jatuh kali ini, tidak mungkin.
Tapi rasa siapa yang tahu pemiliknya 
Anggap saja semua ini pengalihan sejenak

"Lalu , menurutmu apa yang kamu anggap sebagai sesuatu yang dapat dipercaya?" 
"Intuisi mu , nomer satu"
"Kemudian?"
"Aku percaya satu hal , Perasaanmu, yang selalu kamu tahan dariku kan? aku tahu itu "


4 jam berlalu, ini bukan lagi masalah menunggu, namun siapa yang beruntung , menghabiskan waktu di warung kesukaan , ditambah dengan suara merdu khasmu saat bercerita , dan senyum mautmu. Oh Tuhan , dosa apa hamba-Mu ini?
I love the way you bring me from small talk to our deepest conversations

Last time, you came with nothing , but then you left so much things after all

After many days , after many hours we spent together

And, I've just realized this 
I'm attracted with someone who has charisma
But I'm in love with someone who can talk about A to Z with me , no matter how long it takes

04/10/2015

untukmu

Untuk seseorang yang pernah tahu segalanya tentangku , namun sekarang tidak

Untuk seseorang yang berani untuk bercerita tentang segalanya , namun sekarang tersenyum saja segan

Untuk seseorang yang pernah hadir dalam siang dan malamku , namun sekarang dicari pun sulit rasanya

Untuk seseorang yang pernah ku ikuti langkah nya setiap hari , namun sekarang aku ada dalam jarak

Untuk seseorang yang selalu ku buat kesal karena kehadiranku , namun sekarang aku diam

Untuk seseorang yang pernah merasa ketakutan oleh adanya diriku , namun sekarang aku memilih pergi

Untuk seseorang yang masih merasa aku belum menghapus segala tentangmu , namun sekarang aku sudah melupakanmu

Untuk seseorang yang merasa memenuhi seluruh kriteria diatas , maaf aku bukan lagi orang yang kau pikir masih seperti itu.

Aku sudah berubah. Sekarang semuanya kubuat biasa saja.

Tanpa ada lagi alasan aku akan terus membuatmu berjarak seperti hari ini.

Semuanya karena kamu.

Yang tanpa kata tanpa terucap sepatah katapun aku tahu kamu merasa begitu.



19/09/2015

Cukup

Meluap luap
Terlalu banyak hal yang ingin aku lakukan
ingin ku katakan 
namun aku hanya bisa terdiam

Aku tidak pernah tahu mengapa seperti ini
Diriku bagai kehilangan jati dirinya
Dihadapanmu

Aku tak ingin bermain dalam wahana seperti ini
Tak ingin terlarut 
Bahkan yang diriku sendiri tak bisa mengendalikannya

Beritahukanlah
Sampaikanlah
Katakanlah
Ungkapkanlah

Segala resah, ketidak berdayaan
Apapun yang membuat semuanya seperti ini
Ku hanya ingin tahu
Sama seperti apa yang tidak (ingin) kamu ketahui dari aku

Sudahilah semua ini
Tolong , aku lelah bermain seperti ini
Bukan waktunya lagi diam
Namun sekarang ini saatnya ku melangkah

Dari ketidak tahuan menjadi kejelasan. 

05/09/2015

Lebih dari cukup

Ada batas-batas dimana seseorang tak lagi mampu menggapai harapannya
Namun siapa yang tahu dan membongkar batas itu
Kita tak akan pernah punya cukup waktu
Untuk mengetahuinya

Lalu siapa bilang kekurangan membuat seseorang ingin lebih
Tak pernahkah kau sadari kekurangan itu bukanlah kurang
Namun hanya belum  sampai
Tidak kah pernah kau merasa cukup

Sudah , ini sudah berlebihan
Laksana air tumpah dari bejana yang penuh
Hingga langit pun keheranan
Ada rasa tak terkendali yang tak pernah bisa kuhindari

Hingga pada waktunya nanti aku kan lelah
Menanti semua jawaban tanya tanpa asa
Aku ingin lelah
Karena semua ini sudah lebih dari cukup


- depan laptop , 5/9/2015-

03/09/2015

Hangat

Lalu kau genggam tanganku
Merasakan jari jemarimu menggapaiku
Lalu seketika darahku mengalir deras
Ku rasakan ada sesuatu yang berbeda

Saat itu ku hanya berusaha meraihnya
Sama dan setara
Biar tidak ada jejak sepihak

Lalu api yang membesar mulai memancarkan kehangatannya
Api cintamu yang membara
Lebih besar dari api lilin

Hingga kau tersenyum ke arahku
Membawa rasa ini semakin mendalam
Hingga menghangatkan sekujur tubuhku



- Depan laptop
3/9/2015 -



18/08/2015

Tali sepatu.


.......Lalu aku ikat tali sepatuku yang tiba-tiba saja lepas. Sambil merunduk , aku tidak memperhatikan  ada suatu sinar yang mengarah padaku. Aku tidak dengar suara klaksonnya. Aku hanya tidak ingin mengetahuinya sebelum tali sepatuku terikat.
(Lalu aku tertabrak mobil)

Sejenak saja aku lupa semuanya, aku tak ingat apa apa, aku tak tahu berada dimana. Yang kali ini aku bisa lihat hanya suatu cahaya putih

Bebas


........Payung ini warnanya ungu
Yang kau bilang itu sendu 
Tapi bukan itu , 
Aku memilihnya karena engkau
Engkau yang membawa ketenangan dalam syahdu

........Kata-kata ku bukan candaan
Air mata ini bukan tangisan
Cerita yang kau ukir ini bukan rekaan
Namun selalu membekas dalam perasaan

........Kamu mau bilang ini apa
Aku ini bukan merayumu dengan gombal
Bukan juga membuat khayalan
Karena kau , aku tak pernah jemu meramu kata-kata ini

........Pikiran ini
Pergi dan berlari , lalu kembali
Hilang dan datang dalam kedipan mata
Sejenak tak pernah kau mencela lelah ini
Lalu engkau pergi lagi


Jatinangor, 18.08.15

-Yang mendoakanmu dalam jarak-


11/07/2015

The essential meaning


" Ah elu baca puisi dikit gitu aja sedih , elu mah dikit - dikit baper"
"Duh , masa dia ga bales sms gue seharian" " Ah jangan baper mulu napa , lagi sibuk aja kali"

Akhir akhir ini , lagi tren banget sama kata "Baper". Kalo kata banyak orang  baper itu artinya "bawa perasaan (alias kebawa perasaan). Agak aneh awalnya baca kata ini , kenapa? Jujur , agak ga setuju sama konsep ini. Manusia wajar memiliki perasaan yang hadir akan suatu hal , masa orang mau dilarang punya perasaan, kalo ga punya perasaan juga salah. Terus enaknya gimana?
Bukan untuk mengurangi makna diri , namun ada yang harus diperbaiki dari perbendaharaan kata maupun pemaknaan kata dari baper itu sendiri.

Mungkin inilah salah satu penyebab banyak masyarakat kita yang cenderung berpikir sesuatu hal pada dirinya dapat membuat dirinya selalu buruk (destruktif) , perspektif nya yang harus diubah. Manusia dilahirkan beragam , dengan kacamata beragam , cara menyikapi masalah beragam. Begitu juga ketika seseorang membangun dirinya. Ada yang menanggapi dengan maksud sama namun dengan cara yang berbeda. Mungkin "baper" disini adalah cara mereka untuk mengatasi stress yang dialami , atau malah pengalih stress , bahkan cara seseorang men-denial keadaan diri mereka.

Buat kamu yang masih suka ngeledekkin orang yang baper , mungkin kamu harus berpikir ulang.

Kemudian berpikir ulang , apakah definisi ke-baper-an menurutmu itu konstruktif apa destruktif?

07/07/2015

20th!

Akhirnya ngepost lagi , yay!


27/06/2015

Logika atau lo gila kali ya?

Ketika salah dibilang benar dan benar dibilang salah, lalu apa?
Kata mereka itu bukan urusanku , hanya urusan mereka dan bagian mereka, lalu aku siapa?
Urus saja dirimu sendiri baru urus orang lain, terlalu banyak waktu kubuang percuma untuk diriku sendiri , kemudian kau katakan aku egois, jadi aku harus bagaimana?
Kau bilang aku ikut campur urusanmu , tapi kau obrak-abrik urusanku, lalu , kamu siapa?
Yang kamu bilang aku harus katakan "sudah maklumi saja" , dan aku berkata sebaliknya , lalu , aku harus mengikuti jejaknya?
Kamu bilang aku harus perduli terhadap orang lain , tapi ketika aku mencoba perduli , kamu bilang aku terlalu banyak intervensi? Lah aku kudu piye?
Aku bilang kamu salah , kamu mengelak, lalu aku harus apa?
Kamu bilang ini tidak sesuai logika , aku bilang kamu juga tidak sesuai logika, lalu , kita akan bertemu dimana?

Dunia ini sudah terbalik , kawan.

Ketika kita perduli , dibilang kepo
Ketika kita acuh , dibilang egois
Ketika kita sadar , dibilang sok waras
Ketika kita alig , dibilang sok asik
Ketika kita tertawa , dibilang orang gila
Ketika kita menangis , dibilang cengeng
Ketika aku menulis postingan ini , dibilang bacot.


Lah , aku kudu piye toh?

20/06/2015

"Intimacy" Issues - Self review. #EdisiHabisUasKepribadian2



Udah lama banget ga buka blog dan curhat. Biasanya cuma liat postingan syair yang sendu-sendu aja ya kan?

Lagi minggu uas juga sih jadinya agak-agak ga mood buat posting apapun , dan kegiatan sebejibun itu bikin tidur melulu. Hehehe
Ohya , mau bahas langsung to the point aja ya,

Jadi gini , beberapa hari yang lalu , sempet kena terror (lebay?!) , ya ada yang nelepon gitu. Tapi gatau itu siapa. Wong itu private number. Selalu pas jam 23.32 dan pas diangkat jawabannya cuma kayak orang lagi mau ngerekam sesuatu , kalo ngomong "ini siapa?" pasti dijawabnya kayak orang kumur2 gitu. Horror emang. Setelah update di timeline line , doi menghilang. Siapa tahu dia temen line (nahloh?!) sempet kepikiran gitu. Karena menelisik dari update line , emang sih pernah beberapa kali masang nomer handphone dikarenakan ketidak berdayaan paket handpone... siapa tahu ada pemberitahuan urgent. Tapi kok ujungnya jadi gini, pesan moral : jangan pernah masang nomer handphone di status line . #Noted.

Terus , lanjut ke cerita selanjutnya,

Sekarang lagi ada di fase gak percaya diri sama apa itu membangun intimacy -_- lagi susah banget untuk membangun self efficacy karena ngerasa kebutuhan sebelumnya ada yang mungkin belum terpenuhi, Kenapa ya kira-kira?

Asumsi #1 :

Kalo ngintip dari teorinya Maslow yang Hierarchy of Needs ,






Kalo teori ini kan bilangnya , ketika seseorang berhasil memenuhi kebutuhan yang ada di tingkat bawahnya , baru bisa ngelanjutin ke atasnya , sampai akhirnya mencapai self actualization. Istilahnya , karena ga mendapatkan kebutuhan yang dibawah makanya yang diatasnya ga bisa digapai. Trust issue tentang "cinta" sedang meningkat-meningkatnya. Padahal kalo dilihat dari lingkungan sekitar, justru temen-temen banyak lagi yang bahagia, bahagia dengan kondisi diri dan mungkin bisa dibilang "sedang membangun cinta" (( karena jatuh cinta itu mainstream)) .
Perasaan ini mungkin bisa aja hadir karena tadi , tidak tercapainya rasa aman dalam diri. Kebutuhan rasa aman yang didefinisikan disini bisa berbeda-beda tiap orang.
Bisa juga rasa aman tidak didapatkan karena adanya kebutuhan fisiologis yang tidak didapatkan sebelumnya , yaitu , kurang tidur , kesulitan untuk bernafas, kebutuhan homeostatis tubuh yang tidak terpenuhi , dan lain sebagainya. Sebenernya bukan 100% ngikutin teori Maslow sih , cuma sebagai salah satu acuan teori sebagai indikasi munculnya masalah ini.

Asumsi #2 :

Kalau dari teori Rogers , yang mengatakan bahwa Need for positive regards yang bisa dimaknai sebagai kecenderungan individu untuk ingin dihargai, diterima, dan dicintai oleh sesama manusia dalam hidupnya. Kasus ini bisa saja hadir karena tidak terpenuhinya bagian ini, kita semua tahu bahwa manusia , terutama yang sedang dalam masa remaja akhir , harus memenuhi kebutuhan ini. Sebenernya semua stage umur juga harus sih , tapi karena masa yang berapi-api ini akhirnya membuat kebutuhan ini menjadi lebih urgent dan besar dari yang lain.  Kebutuhan yang tidak terpenuhi akhirnya membuat self concept seseorang tidak berhasil dibentuk karena tidak adanya pengalaman yang dapat membuat seseorang mengkonklusikan kepribadiannya.



Sebenernya masih ada beberapa asumsi lagi , tapi....mager ngetik hahahahha


16/06/2015

why?

these all matters
makes me (keep) asking anytime
why keep trying so hard when I could do it easier?
how could I still alive when my soul is already died?


12/06/2015

[Prolog]

Suasana pagi di stasiun kali ini berbeda dari biasanya. Bukan karena kereta menuju Jakarta sepi , bukan. Rute kesana tidak pernah sepi , tidak akan pernah. Perbedaan yang cukup signifikan ini, yang biasanya aku terlambat , yang biasanya aku lusuh , tidak ada daya dan upaya untuk sedikitpun memiliki niat untuk berangkat ke sekolah , namun hari ini tidak. Memandangi jam tanganku , melihat sekelilingku , aku dikelilingi manusia-manusia bermobilitas tinggi. Tidak seperti diriku , ya tidak. Aku hanya seorang murid kelas 11 SMA biasa yang sehari-hari hanya bepenampilan seadanya , membawa barang secukupnya , tidak ada kelebihan yang berlebih dari diriku selain ke-sangat-pekaan-diriku , itu juga karena orang lain yang bilang. Aku sendiri tidak percaya sebenarnya karena masih mencari diriku yang sebenarnya. 
Sekarang sudah jam 06.28 , tadi aku datang kesini jam 06.15. Biasanya aku baru sampai stasiun pukul 06.30. Aku mengecek handphone-ku. Oh ternyata aku sedang menunggu seseorang hari ini. Ya , dia. Seseorang yang berasal dari antah berantah , yang kini seketika hadir tanpa diminta untuk hadir. Tetapi sudah dua bulan ini aku merasa ada perubahan baik pada diriku , aku menjadi lebih sering berangkat pagi , lebih bisa terbuka dengan orang lain. Aku tahu, selama 16 tahun menjalani hidup ini, aku adalah orang yang sangat tertutup, tidak perduli dan tidak ingin terlibat dengan urusan orang lain. 
Dia sering sekali terlambat , hingga sampai-sampai aku merasa ia seperti mempermainkan hidupnya , bahkan diriku.   
*dan dia berlari terengah-engah menghampiriku*

"lo udah terlambat berapa lama hari ini , dy?"ujarku. Aku sebenarnya masih bisa sabar menunggu, namun hal ini terlalu sering terjadi, terlalu sering.

*masih dengan nafas terengah-engah*

"maaf ya nin , tadi gue susah banget cari parkiran motor. Hahaha lo harus tau tadi petugas loketnya kocak banget."

*aku menyodorkan minumku untuknya*

"selalu deh lo tahu apapun tanpa diminta" salah satu hiburan yang aku paling suka dari dirinya.
"engga kok. gue cuma tau lo lagi capek aja"

*kereta datang*

"waduh keretanya penuh juga , mana bawaan gue banyak banget lagi"
aku , dengan bawaan hanya satu tas ransel dan satu tas laptop yang selalu kupegang , alasannya karena aku tidak bisa membawa barang berat , penyakit ini sedikit membebani aku. tapi aku selalu mencoba untuk tidak membuat orang lain repot dengan penyakitku.
"need help?" dia mencoba menawarkan dirinya
"no thanks , I can do it by my self"

Aku melihat matanya dalam-dalam, ada sudut menarik , amat sangat menarik. Bagi bocah ingusan seperti diriku , aku tidak pernah mengalami ini sebelumnya. aku bingung ada apa sesungguhnya pada diriku. aku seperti orang lain. aku tidak paham ada perasaan ini. perasaan yang menjadi pertanyaan retorika dalam kalbuku. 
"jadi , tadi tuh kan gue keburu-buru gitu kan ya, terus tuh pintu masuk tau kan udah kayak antrian gitu........*blablablabla*...." sambil tertegun aku menatap ekspresinya yang begitu bersemangat ketika bercerita.
Aku tidak ingin mendengarmu, aku tidak ingin, aku hanya ingin sesering mungkin melihat pancaran sinar matamu. Ah , lagi-lagi aku. Egois , ingin menang sendiri. Pergolakan batin yang begitu kencangnya membuat aku tidak pernah sadar. 
"oh gitu ya....hmmmm" aku hanya merespon seadanya, seperti biasa
"lo kenapa sih? selalu jawabannya gitu kalo gue cerita. ga ada respon lain?"
"lah terus gue harus jawab apa?"
 Maafkan aku , aku terlalu fokus menatapmu.
"Eh gue belum belajar materi matematika yang kemaren disuruh ngulang ituloh , masih inget ga?" mengalihkan perhatian, aku jagonya.
"Oh trigonometri itu? masih-masih , nanti di kelas aja lah ya, gamungkin juga disini."
"iya , siap kapten"
Aku sebut dirimu dengan sebutan "Kapten" , bukan jenderal. Lagi-lagi aku tertegun dengan pancaran kharisma-mu yang begitu melekat pada dirimu, lagi-lagi aku hanya bisa memandangmu. Tanpa paham mengapa aku harus selalu seperti ini.
"udah mau sampe stasiun nih"
"siap - siap turun"
"waduh! kita terancam lari ke sekolah ini " sambil aku terkaget melihat angka di jam tanganku.
"emang jam berapa deh?"
"udah jam 06.52"
"waduhhhhh"

*turun kereta*
"hati-hati lo , nin"
"iya , bawel"
"gue bawel lo apa"
"yeee malah ribut"
"ayok lari!!!"
Kami berlari , dari stasiun hingga sekolah. Syukurlah sekolah kami memang tidak begitu jauh adanya , sekitar 250 meter saja. 
 
 

22/05/2015

" Yang aku bayangkan saat ini bukan lagi dirimu yang dulu , tapi yang sekarang"
"Pergi ke Bandung yuk , kita ke Bukit Moko sama Tebing Keraton yang hits itu"
"Gak perlu lagi kamu berkorban banyak , sekarang giliran aku. Terimakasih untuk 3 tahun kebelakang"
"Sekarang sudah resmi ya"
"Eh nonton bioskop yu, kamu mau nonton apa?" "Kok tumben , bukannya kamu gasuka nonton bioskop?" "Demi kamu , apa yang engga sih"
"Eh my , kenapa kamu akhirnya mau sama aku? aku kan *menyebutkan kekurangan yang tak berhingga*" "Kesetiaanmu membuatku takjub , selama itu kamu bisa bertahan untuk aku yang juga tak pernah terketuk pintu hatinya"
"*ngegandeng tangan di jalan* Sekarang kamu udah resmi jadi pacar aku , jul."
"Main yuk ke Margo!!! Kita makannnn~" "Yukkkk"
"







FAK DIS DRIM. I CANNOT HANDLE THIS ANYMORE HAAAAAAA INGIN NANGIS

18/05/2015

Thanks!

Terimakasih untuk kesempatan pulangnya :") . Almost a year without you guys!
Ya rutinitas bertemu angkatan setahun dua kali , meskipun ga akan lengkap hingga di tanggal yang sudah dijanjikan untuk bertemu di 2023....

Walaupun euphoria , semangat , orang yang dateng , ga terlalu kerasa , tapi untungnya Meriam Baja lagi bersatu banget , rela mau tongsis-an diantara kerumunan manusia berkali-kali , mungkin sampe ngerasa malu. Tapi ya udah angkatan yang cukup tua , ga masalah banget lah ya.

Oke , here we go with today's photo!

14/05/2015

Bintang


Sekejap namun berbekas
Jejak yang kau tinggalkan begitu sempurna

Kamu hadir bagai bintang diantara luasnya cakrawala
Kamu muncul di waktu yang sangat tepat
Disaat jiwa ini sedang membutuhkan cahayanya
Yang lemah memanglah lemah

Buatku nyaman
Tak ingin lagi berpaling
Namun apadaya
Aku hanyalah seorang yang selalu sendiri

Mungkin ini semua adalah mimpi
Mungkin saja

Ternyata waktu itu singkat

Sesingkat itu bisa membuat aku melangkah pergi atau datang kembali

Malam menampakkan pancaran hangatnya hari ini
Aku berjalan diantaranya
Diantara dia dan dia
Membuatku meragu tuk melangkah

Sekali kamulah bintangku , kan tetap menjadi bintang dimanapun


((please stop worrying about me , stop yelling at me cause I did something you should done , stop making jokes when we are together , stop trapping me in your love game , stop asking me for your help , please go away , I don't need someone who always make me feels more obsessed day by day. Just go with your life and I'll go mine ))

10/05/2015

Mendewasakan diri (in relationship issue)


laki-laki : "Sayang , kamu kenapa sih? Aku ga ngerti sama kamu maunya apa?!"
perempuan : "Ya kamu tuh gapernah ngerti tentang aku , aku tuh sibuk , aku capek!!!!"
laki-laki : "Kamu gabisa egois gitu dong , pake alesan sibuk segala , gapernah ngabarin , apalagi yang harus aku mengerti lagi sih? kurang apaa ,hah?"
perempuan : "Ah! terserah! aku capek! Udahlah gausah hubungin aku dulu , aku mau ngebiasain diri tanpa kamu , bhay!!!!"
laki-laki : "Hah?!?!?!?!?Gimana? *lalu terdiam* *bingung* *garuk-garuk kepala*"

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tidak hanya di sinetron ternyata , dua insan yang katanya sedang merajut kisah kasih dalam kenyataan yang katanya "paling sempurna" , masih saja mempermasalahkan egoisme masing-masing dari diri mereka.

Aku memang bukan ahlinya dalam masalah percintaan. Tapi jujur hal tersebut sangat memprihatinkan bagiku.

Bagimu , dan untuk siapapun yang sedang mengalaminya , tolong fikirkan kembali tentang hubungan kalian itu.  Apakah kamu masih yakin dengan apa yang dijalani? Masih sehat?

Kamu katakan , kamu ingin belajar dari sebuah hubungan
Bagiku , ini pun salah satu pembelajaran penting dalam menjalani hubungan

Selama ini , apakah kamu terlalu possessive?
Selama ini , apakah kamu terlalu membebaskannya hingga tidak meninggalkan jejak sedikitpun?

Menurut laki-laki , perempuan itu sulit dimengerti , sulit untuk ditebak apa keinginannya , seringkali hanya menyampaikan melalui "kode" yang susah untuk diterjemahkan
Sebaliknya , menurut perempuan , laki-laki itu paling susah kalo untuk diajak pergi , maunya main terus sama temen sampe gapunya waktu buat pacar , mudah bosan , ditanya mau kemana jawab terserah padahal dia yang jemput.

Dua makhluk berlawanan jenis ini memang berbeda , dan keduanya sama-sama sulit untuk dimengerti, tapi ada kunci utama untuk membuka gembok dari gerbang "Pemahaman atas masing-masing individu" , yaitu pendewasaan diri.

What you define as Maturity? 
Wikipedia said , Maturity is a psychological term used to indicate how a person responds to the circumstances or environment in an appropriate and adaptive manner. This response is generally learned rather than instinctive, and is not determined by one's age. Maturity also encompasses being aware of the correct time and place to behave and knowing when to act appropriately, according to the situation.

Jelas , kedewasaan diri setiap orang merupakan hal yang harus dimiliki karena menciptakan awareness dan dapat memberikan dampak baik ke dirinya , namun tidak dapat di tentukan dari usianya. Karena usia kronologis seseorang tidak dapat menjamin usia psikologis seseorang , bisa saja hal ini berbeda jauh antar keduanya.

Bagaimana cara mengembangkan pengalaman , emosi dan hal yang mendasari perkembangan psikologis seseorang? Dengan berfikir , melakukan aksi , merasakan apa yang terjadi atau empati , dan menanamkan pada diri untuk menjadi seseorang yang dapat berkembang merupakan kuncinya.

Kedewasaan tidak dapat diukur dan dicapai dengan mudah , tapi selama kamu yakin kamu bisa menjadi dewasa, ayo berubah! :)



sumber tambahan : wikipedia


28/04/2015

23/04/2015

Get Lost in Bandung!

(this is super late post , but it's okay lah.

13/04/2015

Mencoba

Alhamdulillah



Mencoba merasa cukup



Karena semua yang berlebih akan berbalik menjadi bencana



Termasuk merasa sedih berlebihan



"Kamu sudah cukup aware , tapi kadang gatau caranya membereskannya"



Mencoba berdiri tegak , sendiri




Dan aku akan buktikan kepada mereka bahwa aku cukup




Tidak lebih tinggi namun tidak dibawah mereka





Alhamdulillah, hanya kepada-Mu lah aku kembali



Dan hanya kepada-Mu lah aku bertumpu




bukan ke manusia




namun pada-Mu 



08/04/2015

30/03/2015

Mengomentari

Keadaan sedang runyam. Aku hanya bisa duduk dan mengetik seraya berbincang dengan teman sambil menikmati secangkir kopi panas. Ku pikir rasa ini hanya aku sendiri yang menghadapinya ,  juga mereka. Bagaimana akhirnya juga pun aku mengomentari apa yang mereka lakukan  .semua ini tidak sesuai langkah awalnya. Bagaimana kita dap

23/03/2015

Another Priceless "Moment"


Siang ini , gue pulang lebih awal dari biasanya , biasanya pulang ke nangor itu sekitar jam 12-an dari rumah (nunggu sholat dhuhur dulu) , ya kebayang lah sampe nangor sorenya jam berapa gitu. Namun hari ini gue berangkat lebih pagi , ya sekitar jam 10. Dari pagi mamanya Rara (temen kamar sebelah) sudah mengontak gue, menanyakan pulang jam berapa . begini obrolannya :
"Juli , ini mamah Rara , juli hari ini pulang jam berapa dari Bogor?"
"Oh iya tante , saya kurang lebih jam 11 udah sampai terminal ((it means gak jam 11 pas))" 
"Oh yasudah nanti tante tunggu di halte depan ya mau nitip barang"

((oke bukan ini inti ceritanya , but it's part of the story))

Jam 11.20 baru sampai terminal karena keteledoran Ibu saya yang selalu telat ((gak heran deh punya keluarga teh tukang ngaret semua , kzl)) . Saya meminta maaf sama mamahnya Rara karena telat ,
"Duh tante maaf ya juli telat. Mau nitip apa?"
"Ini jul titip Tab dan Handphone untuk Rara"
"Oke tante , daripada dikirim pake J*E mahal tan"
"Ya sekalian aja nitip juli mumpung tadi tante tanya Rara katanya Juli lagi pulang ke Bogor, gapapa kan jul?"
"Gapapa banget kok tante hehehehe"

((oke bukan ini inti ceritanya , but it's part of the story))
Terus yaudah kan gue naik bis M*I yang kebetulan sedang bertengger di bagian paling depan , *hamdalah dapet M*I*
Duduk deh , sempet ngeluh karena masih kosong bisnya , sambil sedikit merenggut "da ini kapan nyampe nangornya atuh" ya lumayan lah beberapa penumpang naik , termasuk bule yg duduk persis di belakang tanpa tau ngomong apa sampe akhir perjalanan.

Tiba-tiba seseorang lewat

*asa kenal*

*jreng*


"Eh kak!!"
((juli mikir 5 detik)) "Eh.....((baru nyadar)) Alvin!!!"
"Kak gue duduk sini ya"
"Sok-sok lah sini , daripada gue duduk sama orang lain juga"

Ya , sekali-kalinya ketemu lagi. Alvin Faza Aulia. Temen di segala socmed dari SMP , lupa euy kenal dari mana , salah satu sahabat lama. Ade kelas yang udah kayak ade sendiri banget , parah sih. Sempetin observasi dan ngeliatin penampilannya , dia mulai berkumis dan jambang + jenggot tipis ((why u grow up so fast , hey little buddy)) , pake gelang itb 2 biji dan gelang kayak cewek satu , agak hipster gitu deh, baju kotak2 ala presiden indo pulak. Duh ini anak , udh ganteng sekarang mah ((jgn kesenengan maneh)) , tapi masih ngenes kayak jombs.

"Pulang kak, tumben. Kok naiknya dr bogor? Kakak bukannya di bojong?" ((sebenernya gue mau bilang gausah panggil gue kakak lagi , tapi gue respect sama cara dia respect sama gue, so happy :)))
"Iya pin , sering kok gue balik , cuma emang gapernah bareng sama lu aja, hehe biasanya gue balik lebih siang dari ini ,tadi janjian sama ortunya temen kamar sebelah di kosan .ya udah lah agak pagian.."
((Mulai ngobrol nanyain kuliah))
((Ga inget banyak))

Saat itu gue berpikir , dari kemarin gue selalu berdoa supaya ketemu temen lama. Dan lagi-lagi , Allah sangat baik , super baik sedunia. Dikabulin , ketemu alpin.....Jujur , kangen cerita-cerita selepas pas SMP siah , pas kenalan di Mxit ((so old days , LOL)) , sampe curhat2 tengah malem , ngobrol ngalor ngidul ((then I realized that I've changed too much , I can't find my old "gaul" self , so sad))

Sepanjang perjalanan , we talked a lot . Ya emang dia tidur , gue jadi ga tega mau tidur juga, dek , you look so tired these days , lol. yaudah gue ngalah aja ga tidur. gue perhatiin banyak , banyak yang berubah dari lo , vin. tapi gue beruntung , lo ga lupa sama gue gitu aja

"bete ka gue uts lama banget"
"emang sampe kapan?"
"sampe april akhir"
"ngggggnggggggggg.....((me speechless))"

"cape juga ya kuliah di ((kampus sebelah)) untung gue ga kuliah disitu"
"ih tapi kan gue mau coba sbmptn lagi kak , mau ke FK...."
si ngeselin ini masuk kampus sebelah pake snmptn undangan, ya kumsia weh lah >,<

"ka cariin pacar dong , anak ((kampus gue))"
"eh tapi biasanya emang anak ((kampus gue)) sama anak ((kampus sebelah)) loh dek , wkwkwk. eh gue masih jombs juga kali. gue dulu nanti baru gue bantuin cari buat lo ya"
"yaelah kak ga laku juga ((emang sialan ini anak))"
"kak kok nangor Mallnya gini *nunjukkin gambar jatos*"
"iya terus kenapa?"
"kok gini sih...duh pedesaan mah susah ya"
"ntar lu juga pindah kesana kali ((ngejitak palanya))"

asli gue gemes banget sama maneh pin , gemes. coba lu adek kandung gue , mungkin kita bakal sering berantem lucu. suka banget sama gaya lu respek ke perempuan. even you didn't really show that , i know it. i know really who you are , vin.

"Ka , bangunin gue ya kalo udah deket bandung"
"ai sia."


"dek udah bayar bis td belum? itu mau ada kembalian"
"*muka ngantuk* iya kaa bentar ((geregetan mau nyubit maneh teh pin ya Allah , gemes :'3))

*pasang muka ngantuk*
*ngeliatin ke jalan ada apaan*

"ka itu teh kalo orang turun di pinggir jalan , kan di tembok beton , mereka lewat mana ya?"
"penting siah pin , itu teh manjat kali , atau emang ada jalan tikus gt."
*masih ngeliatin org yg turun*
"pengen tau ih kak , atuh gimana coba caranya"

ASTAGAAAA GEMESSS
gue gemes sama kepolosan maneh :-(

"ka 30 km lagi bandung"
"iyaaaa"

"ini udah sampe mana sih?"
"purbaleunyi eh gatau ding"
"*ngucek mata*"
"HAHAHAH pin :-("

((ngobrolin seputar kuliahan))
((jadi sama sama SMA-sick))

"eh awas lo ya kan taun ini pindah nangor"
"orang gue kan di ui kali"
"*ngejitak*"


*bisik bisik ke kupingnya* 
"eh lu nyium bau sesuatu ga?"
"gue mandi kok ka"
"asem kau :-("


"anak smansa anaknya ambis2 siah dewa"
"((melipir)) urg mah naon atuh pin"
"senasib kita ka"
"wkwkwkwk"


itu cuma sebagian kecil conversation hari ini. seenggaknya gue sempet update di snapchat foto lo tidur.
see you when I see you really soon! dek :)





20/03/2015

titik temu. titik.

Dia tidak pernah ingat berapa banyak bekas luka di tangan yang dia buat sendiri atau pun ia dapatkan dari orang lain. Merah-merah ruam di sekujur tubuhnya semakin jelas terlihat. Ia yang dulu dengan sekarang jelaslah tidak sama. Yang dulunya dia adalah orang yang periang, sekarang hanya bisa diam membatu dihadapan semua orang. Semua orang membencinya, mereka katakan ia adalah pembawa sial. Ia sang pembawa kekacauan dan prahara dalam keluarga , ayah tiri dan ibu kandungnya , dirinya dengan kakaknya, ataupun bagi dirinya sendiri. Sudah beberapa kali ia mencoba bunuh diri, namun selalu ketahuan tetangganya. Namun lagi-lagi ia saja tetap merasa tersiksa jika ia masih tetap hidup. Di dalam dirinya sendiri maupun orang sekitarnya ia selalu merasa tak pernah berarti. Setiap hari ada saja luka baru lagi , dan baru lagi. Tak terhitung berapa banyaknya. Yang dari luka cakaran hingga pisau dapur pernah ia rasakan , yang dari disayat sendiri hingga disiram air panas pun sudah ia pernah rasakan. Katakan ia dalam fase traumatik yang amat berat , memang. Ia adalah anak yatim , yang ditinggal sejak usia 5 tahun oleh ayahnya yang tidak tahu kemana , tiba-tiba meninggalkan ia dan kakaknya yang masih kecil dalam kondisi menangis sangat keras di rumah. Saat itu ibunya sedang bekerja sebagai sekretaris pribadi presiden sebuah perusahaan ternama di kota-nya. Mendengar dua anak kecil menangis , tetangganya coba menelepon ibunya dan mengatakan bahwa ia dan kakanya sedang menangis menjerit di rumahnya. Ibunya yang panik saat itu langsung pulang dan sampai ke rumah. Mereka tidak bisa berhenti menangis dua hari berturut-turut. Saat mereka sudah tidak lagi menangis , barulah ibunya mengetahui dari mulut kecil mereka bahwa ayah mereka tiba-tiba pergi dari rumah itu dan berjanji tidak akan pernah kembali lagi. Ibunya bersikap merdeka , merasakan kebebasan. Tidak ada yang bisa memahami keadaan keluarga mereka. Mereka saat itu hanyalah dua anak kecil yang hampir setiap hari menangis menunggu ayahnya kembali ke rumah. Memang sebelum hari itu pertengkaran yang cukup hebat beberapa kali terdengar dari rumah yang cukup besar itu.

(dia atau dirinya) yang merindu

pagi ini

ada yang menyiapkan tatapan tajam
dan memperhatikan siapa yang akan lewat
tak juga aku
tak juga engkau

terlihat keduanya saling senyum
merasakan ada sesuatu yang bergejolak
bukan nafsu
namun sesuatu yang rasanya sudah lama terlewatkan

tercium aroma khas
wangi dari parfum
antara kita berdua
yang tak bisa sirna begitu saja

beriring , saling mengiringi
lontaran kata rindu bukanlah jawabannya
aku hanyalah sebagian kecil dari dirinya yang sanggup ia rindukan
dan dia adalah bukan yang pernah jadi bagian dari diriku

lalu sanggupkah aku untuk melangkah lebih jauh dari ini
dan situasi menjebak kita
menjebak mu
menjebak ku

aku terpaku dalam kesunyian sore hari
memandang cakrawala nan indah
hanya "yang pernah ada"
dan hanya "yang pernah terlewatkan"
rasa bersalah
itu buatku tak tahu

apa sesungguhnya atau siapa yang sesungguhnya

yang merindu atau sedang dirindukan



00:28 (20/3/2015) ---> inspiration comes from nowhere to here.







03/03/2015

malam biru

malam ini benar benar seperti kelabu
begitu nyata
seketika saat tahu aku merasa kehilangan
kehilangan seluruhnya
hingga tak bersisa

deru angin menyapa
siksa dan candu rasanya sempurna
saat ku benar-benar larut di dalamnya
malam ini benar-benar milikku

bukan juga aku
tapi kita
yang tahu semua

tak nampak jua wahai bulan
berbisik dihadapannya sang dewi malam
muncullah awan hitam
sekelebat hilang kembali

kelap-kelip bintang nun jauh disana
saat yang sama aku membayangkannya
yang jauh dari pelupuk mata
namun tak jauh dari hati

itu kamu, yang buat hariku hitam
itu kamu, yang lari dari kenyataanku
itu kamu, yang buatku merasa malam ini mengharu biru
campur aduk namun bukan es campur

mang-mang mau es.

eselalu ada kamu disisiku.

#tsahh

19/02/2015

2015 Resolutions

Hello. long time no see ( huh? )
After many poems , it's right time to post in English. Please forgive me because there will be some "grammatical" mistakes.

Okay , it's February 2015 already , but it's not too late for me to write down my own 2015 resolutions. Why? Cause I believe that anyone deserve to pursue their dreams. So do i.

15/02/2015

Let Me Go

Dan waktu tak akan pernah berhenti menghujatnya
Kala kesia-siaan itu dilakukannya
Ketika ia mulai mencintai sesuatu yang di laknatnya sendiri
dan semua mengikutinya

Mereka katakan kau harus cintai dia
Mereka katakan kau harus temani dia
Sedangkan kau tidak bisa memilih keluar
Lalu aku hanyalah sisa keinginan dirimu yang tak segan kau tinggalkan

Pembalasan akan datang seiring waktumu tiba
Tiada henti kau akan menyesali apa yang telah kau lakukan
Meninggalkan seluruh kerisauan hati ini
Menanggalkan semua yang ada
Menanggalkan hati sendiri

Kesendirian yang sebenarnya
Terlihat jelas saat kau menatap mataku pagi ini
Apakah aku hanya bermimpi kau ada di hadapanku
Saat kukedipkan mata semua hal itu sirna
Bukan kau yang hadir
Hanya butiran harapan
Harapan yang hanya impiku seorang

Kamu tak akan pernah sadar
Betapa pernah ku pernah dan mungkin akan selalu mencintaimu dalam setiap langkah

And I am afraid that I still walk behind your shadows
Please let me go , don't try to please me to stay

Just let me go of this dreams

(15-2-15, 07.07)

Dan waktu tak akan pernah berhenti menghujatnya
Kala kesia-siaan itu dilakukannya
Ketika ia mulai mencintai sesuatu yang di laknatnya sendiri
dan semua mengikutinya

Mereka katakan kau harus cintai dia
Mereka katakan kau harus temani dia
Sedangkan kau tidak bisa memilih keluar
Lalu aku hanyalah sisa keinginan dirimu yang tak segan kau tinggalkan

Pembalasan akan datang seiring waktumu tiba
Tiada henti kau akan menyesali apa yang telah kau lakukan
Meninggalkan seluruh kerisauan hati ini
Menanggalkan semua yang ada
Menanggalkan hati sendiri

Kesendirian yang sebenarnya
Terlihat jelas saat kau menatap mataku pagi ini
Apakah aku hanya bermimpi kau ada di hadapanku
Saat kukedipkan mata semua hal itu sirna
Bukan kau yang hadir
Hanya butiran harapan
Harapan yang hanya impiku seorang

Kamu tak akan pernah sadar
Betapa pernah ku pernah dan mungkin akan selalu mencintaimu dalam setiap langkah

And I am afraid that I still walk behind your shadows
Then I should walk away by my self
Please let me go , don't try to please my heart

Just let me go off this dreams

16/01/2015

Beda Rumah

Senja mulai menyapa

Tak sengaja ku buka lembaran yang berisi koleksi fotoku , denganmu.

Yang kusadari , yang kau sadari , maupun yang sama sama tidak kita sadari pernah menjadi bagian dari foto itu.

Foto di kamera usang-ku , namun penuh cerita. Foto di kamera terbaru-ku , dan juga penuh warna.

Dan akhirnya aku menemukan jawaban bahwa...

               "Foto merupakan bagian dari pengungkapan sebenarnya siapa , apa , bagaimana , dan beribu pertanyaan lainnya tentang suatu peristiwa dalam hidup "

Termasuk ketika aku mengetahui , bahwa sebenarnya aku dan kamu memiliki rumah yang berbeda.

Padahal kita telah sejalan

Namun di persimpangan kita harus berpisah


Menuju rumah masing-masing.
image source : images.google.com