25/12/2016

Rindu.

Bila kamu tanyakan padaku, apa hal terberat yang pernah aku jalani, mungkin kamu sudah tahu jawabannya
Merindu, jawabku

Kalau kamu tanya aku itu apa...
Aku hanyalah jiwa yang hilang dimakan rindu
Bias-bias sinar pancarkan tanda rindu
Aku mulai pudar, memudar dituai rindu
Rindu ini begitu buas, tuan
Sudahkah engkau sudi menjadi pawangnya?

Kalau kamu tanyakan padaku, bagaimana aku bertahan, mungkin kamu tak tahu apa jawabannya
Yang ku bisa lakukan hanyalah merindu

Sabda sabda digaungkan
Sajak-sajak bergema
Mengerayangi setiap sudut hati

08/12/2016

//tidak ada judul//

Waktu berjalan, aku semakin percaya bahwa bukan kuantitas teman yang semakin sedikit, tapi kualitas pertemanan yang semakin menurun. Sebanyak apapun teman yang kita miliki, jika tidak ada nilai sama yang dipegang teguh, maka sia-sialah semua itu. 

Jujur, aku selalu ingin seperti mereka. Mereka...yang selalu bahagia berada dalam banyak orang, sementara aku bahagia terasing hanya dengan satu hingga dua orang lainnya. Sedikit, memang. Tapi, aku tak perlu pasang topeng apapun dihadapan mereka.

Aku bahagia dapat masuk kedalam imaji kita bersama, saling membayangkan bagaimana sesungguhnya dunia kita nanti, bagaimana kita dapat sanggup menjalani hidup. Tapi, tidak seluruh keadaan cocok dengan semua jenis orang, kan? Aku selalu ingin menangis tiap mengingat ini, tapi saat ini, air mata tidak menyelesaikan apapun, tidak memberi solusi apapun. 

Ya , memang Allah lebih tahu aku sanggup, sanggup membangun kualitas diantara kuantitas yang tipis, setipis kertas. Mereka, yang masih hadir disampingku, selalu menjadikan aku yang terkuat, bahkan lebih dari bayangan mereka. 

Tapi aku akan tetap tebarkan senyum di bibirku, kepada siapapun, untuk siapapun, sebanyak apapun yang aku bisa. Aku hanya ingin satu hal, membuat orang-orang bahagia.


___Untuk kalian, siapapun itu yang mau menerima saat aku kelebihan atau kekurangan gula, aku sayang kalian__

aku? kamu? kita?

ingin rasanya, mengucap akhir dari segala "perang dingin" diantara kita
sebenarnya aku pun tidak tahu
apakah perang ada yang sedingin itu
atau hanya hati kita masing-masing yang sudah begitu beku
akhirnya aku ucapkan 2 kalimat bukan pesan
namun malah engkau tertunduk
seolah tak ingin ada yang selesai

aku tak paham
satu pertanyaan saja, bisa kah aku kembali?
aku hanya ingin rumahku pulang kembali dapat terbuka pintunya
tempat ternyamanku semenjak 2013
aku rindu berbagi cerita
aku rindu berbagi senang
aku rindu berbagi sedih
aku rindu berbagi petuah

Namun kini..

aku menyesal
seharusnya aku biarkan saja
tapi dalam lubuk hatiku pun sama
aku juga bertanya
apa yang salah padaku
apa yang salah darimu
apa yang salah dengan kita

terserahlah
tapi aku bohong
aku masih perduli
hingga saat ini.

04/12/2016

Hehe.


Terlalu banyak praduga dan prasangka yang mengada-ada
Seolah-olah aku ini kehilangan hak
Untuk mempertanyakan
Akan kemana kapal ini dilabuhkan

Aku sudah tidak kuat dikekang rindu
Sekedar rindu bertatap hitungan detik
Ingin rasanya bicara
Tapi bahkan aku kehilangan seluruh hurufku

Kini hanya tersisa tanda tanya masing-masing
Diantara segala waktu yang kita punya

Dan hingga kapan kita akan terus begini
Lapuk dimakan ego
Retak dikikis waktu

Hingga kapan rindu ini menyesakkan dada sendiri?
Kapan rindu ini bisa aku tuntaskan?

Untuk kamu yang mungkin tak pernah perduli semenjak hari itu,
aku rindu.



22/11/2016

Bilamana

"Halo! Kamu dimana? Aku sudah sampai di sini , apakah kamu terlambat lagi?"
".............."
"Kemana suaramu?"
"Baik, nona. Aku akan kesana"

Selalu akan ada waktu dimana kita bisa selalu berjumpa, bila ku telah rapuh dikekang jarak. 

15/11/2016

Dibawah langit itu.

Aku kini yang terbiasa kaku di hadapanmu
Mencoba memahami sambil menerka apa yang harus aku lakukan
Apakah aku akan lanjutkan langkah ini atau akan mundur

Di malam itu , aku menyadari
Ada yang berbeda
Senyum itu, tak seperti biasanya

Tak biasanya.....

Malam ini bisa kulihat lagi kilasan wajah beberapa tahun lalu
Dimana aku belum tahu
Bahwa engkau dan aku yang 'kan berakhir seperti ini

Dibawah langit ini aku menengadahkan kepalaku ke atas
Melihat bulan
Sempurna
Bersamamu

Kita sedang dalam perjalanan pulang, sayang.
Pulang ke pelabuhan kita yang baru
Walau kadang aku rindu kita yang dulu 
yang bahkan satu senti pun tak punya jarak

Namun , dunia berputar , kita bertumbuh
Tak apa , sayang. 
Malam ini aku sudah bisa senang dapat mengenangmu, dibawah langit itu.

Terimakasih, kamu.

08/11/2016

Sang pujangga.

Aku mencium adanya kehampaan
Perasaan kehilangan yang dilampiaskan pada amarah
Hingga tercipta rasa benci
Ingin aku berujar
"Rasakan, pergi saja dengan seluruh ke egoisan dirimu"
Sudah pernah kucoba mengerti namun, apa?
Yang kudapat hanya ketidak pastian....
Ia bilang hubungan kita resiprokal , tapi yang aku rasakan hanya sebuah makna retorikal
Biar.
Kamu.
Rasakan.
Nikmatnya.
Rasanya sepi sendiri.
Sementara kau pernah sibuk diantara wanita-wanita yang kau bilang sang pujaan hati, sementara aku ini hanyalah sang pujangga
Tapi kelebihanku satu, aku yang paling tahu bagaimana cara membuat kamu dari senang jadi sedih, begitupun sebaliknya
Masih berani bilang aku ini tidak ada artinya?
Silahkan nikmati sayatan pisau di kulitmu sendiri, perih,bukan?

-j-

07/11/2016

Untuk siapakah surat ini?

Sayangku , di usia ku yang saat ini sudah melewati 20 tahun , aku tidak lagi ingin hanya memikirkan bagaimana gejolak ini hadir
Sayangku , aku mohon maklumi aku yang sedang berusaha fokus untuk menata diriku , tentu saja untuk masa depan kita juga
Sayangku , di usiaku ini , aku juga memikirkan tidak hanya bagaimana saat ini kita bisa bersama , tapi juga aku harus memikirkan bagaimana nanti aku dapat menjadi seseorang yang sanggup bersamamu dalam suka maupun duka
Sayangku , di usia yang lebih dari 20 tahun ini , aku tak lagi hanya berpikir tentang kesenangan saat ini , tapi bagaimana saat masa tua kita bersama, kita bisa melihat anak-anak kita nanti tumbuh bahagia
Sayangku , di usia ini , aku tidak lagi ingin egois untuk mendapatkan afeksi ,tapi juga aku harus bisa membagi rasa sayangku ke keluargaku , keluarga kita nanti , dan dirimu kelak
Sayangku , maafkan aku yang sedang tidak ingin selalu berdua denganmu , lagi-lagi aku sedang ingin fokus dengan masa depanku, dan semoga kamu pun begitu, demi masa depan kita.
Sayangku , sampai berjumpa di masa yang tepat.
Sayangku , siapakah kamu?
Masih misteri rupanya.

-j-

04/11/2016

denganmu , aku tenang.

Yang awalnya aku tidak tahu siapa dirimu , dan kamu yang tidak mau perduli siapa aku.

Masih terekam jelas di ingatanku , di meja itu , paling pojok , disaat aku mencoba melebur dengan seluruh elemen di dalamnya, namun kamu memilih untuk diam saja.

 Aku tak tahu mengapa engkau begitu, dan saat itu aku akhirnya hanya melihatmu dari kejauhan

Kita sambil bersiap , tanpa ada interaksi antara aku dan kamu.

Lalu , waktu terus bergulir , hingga akhirnya hari itu datang ,

Ditutup dengan senyum merona dari semua

Tidak tahu bagaimana prosesnya, aku benar-benar tidak menyangka , semesta membuat kita bersatu.

Dari waktu itu , di surau itu , di tempat itu , di jalan itu , di saat itu , akhirnya engkau mulai terasa hadir dalam hidupku.

Dunia ini lucu , menurutku.

Fase denial-ku sudah lewat , akhirnya aku memutuskan untuk pulang saat ini padamu

Aku lewati batas-batasku sendiri

Tapi begitulah cara-Nya berkehendak

Hingga dan semoga,

Terimakasih ya, atas lambaian tangan itu akhirnya buatku sadar bahwa engkau telah merengkuh jiwa ini , rasa ini , raga ini , hati ini

akhirnya , aku dapat kembali tenang, denganmu.

 :))

j

- dari yang kamu panggil kakak-

27/10/2016

Menunggumu

Kita sedang sama-sama dalam penantian
Penantian yang tak tahu akan dibawa ke arah mana
Tapi , lihatlah
Aku tidak se pandai itu
Namun juga aku tidak se bodoh itu
Untuk menyadari adanya kamu

Temanmu bilang
Kamu menunggu aku
Lalu , temanku bilang
Aku menunggu kamu

Lalu benarkah kita saling menunggu?

Siapkah kita bergerak?

Benarkah gaya ini dari dua arah? bukan lagi dari satu pihak?

Lalu pada akhirnya kita hanya akan tetap saling menunggu, berdoa semoga takdir Tuhan 'kan pertemukan kita pada waktunya.


-j-

25/10/2016

Mungkin , kamu tidak asing dengan tulisan ini.

Kepadanya yang hanya berani memandangi hujan dari jendela,

Aku ingin kamu belajar untuk berlari di tengah hujan, kenapa?

Aku ingin kamu memahami bahwa hujan tak hanya bisa dinikmati dengan kesepian tapi juga ditengah keramaian

Aku ingin kamu belajar untuk berani, berani untuk menembus segala batas yang ada pada dirimu

Aku pun ingin kamu tahu bahwa dengan berlari dibawah hujan, kamu belajar untuk menerima kenyataan, dan membiarkan seluruh yang ada dalam dirimu bisa kamu ungkapkan tanpa orang perlu menilai apakah kamu sedang senang/sedih

dan, aku ingin kamu belajar bahwa hujan adalah bagian dari kasih serta sayang Tuhan Sang Maha Pencipta.

Semoga kamu selalu dalam lindungan-Nya. Salam rindu.

-j-

If we ever meet again

Semenjak kamu jarang hadir di surau itu , hatiku risau
Padahal
Kita tak saling kenal

Kita bertaut pada jarak
Walaupun dekat
Tapi raga kita belum pernah bersama lagi

Aku rindu

Dibalik muka galakmu
Tersembunyi senyum manismu
Sapaan manja itu
Ah sungguh ku rindu

Kapan , ketemu lagi ?

-j-

23/10/2016

Jadi?

Sendiri , aku berlari sendiri

Bukan untuk berhenti dari kenyataan tapi seolah-olah ingin waktu pergi

Tapi aku selalu saja ingin menoleh ke belakang lagi

Maka aku putuskan untuk ambil langkah ini


Sambil menikmati waktu sendiri

Disinggahi rasa sepi

Tapi keinginan ini sungguh tak dapat mati

Aku tetap berlari

Meski raga ingin pulang lagi

Pada tempatnya dimana harus kembali

Lalu muncul sebuah pesan di sela-sela kepergian ini , 

"Halo kamu , aku sudah daritadi menantimu, kapan kamu akan kembali?"

Izinkan aku menemuimu , sekali lagi


Untuk mengatakan segalanya tentang kisah ini.
 



...untuk kamu yang mengerti , bahwa pertemuan kita adalah dorongan diri untuk meruntuhkan tembok hati yang terlalu tinggi , tapi sungguh apapun dapat terjadi dengan takdir Tuhan yang Maha Kuasa....

17/10/2016

Belajar memaknai

Ada kalanya sesuatu yang kamu maknakan belum tentu sama dengan apa yang kamu

11/10/2016

Diluar batas wajar

Di sudut tribun itulah saksi bisu cerita kita
Antara senyum simpulku mengatakan aku senang
Dan sebagian diriku yang berteriak "hai aku rindu padamu"

Di sudut tribun itulah , aku memandangmu dari kejauhan
Biar ada jarak namun laksana dekat di hati
Tapi kamu tahu
Ada aku disana dan kau lambaikan pula tanganmu
Dan aku mulai tahu , kau telah masuk ke hatiku

Padahal....

Baru sebentar aku mengenalmu
Baru hitungan jari aku bertemu dirimu
Baru hitungan menit kita bertatap muka semenjak waktu itu
Namun aku sudah sudi katakan bahwa ku rindu

Tapi keyakinanku buatku meragu
Bahwa semua ini sudah kelewat batas wajar
Untuk kisah cinta sebentar

Di sudut tribun itulah
Aku mengumam tentang hidupmu
Padahal sesungguhnya aku berbohong
Aku mengumam bahwa aku rindu dirimu

Ku cari kamu hingga saat ini
Namun kamu hilang lagi
Tapi pasti kan datang lagi
Bila saat itu tiba

Yakinlah
ini sudah diluar batas wajar

Tapi aku merajuk
Dalam kerinduan ini

Tolong...
Tolong aku.

ini kisahku, apakabar dirimu?

15/09/2016

Kepada yang ku tatap matanya sejenak

Hai ,
5 detik itu sudah lewat
Namun getaran itu tetap terasa
Apakah ini tanda kita sedang menyamakan frekuensi?

Saat itu , kamu berlalu lalang , bagai dilanda kesibukan
Sementara aku , hanya duduk sendiri di pojok
Namun ada yang berbeda saat itu

Di 1 detik pertama , aku menegadah keatas
Mencari sudut matamu
Lalu aku tertegun,
2 detik berlalu

Aku seolah melihat sedikit niat darimu untuk tersenyum
1/4 detik aku sempat memperhatikan gerakan sudut bibir mu
Antara ingin tersenyum atau ingin pergi begitu saja
Aku terdiam
Aku pun tak tahu bahwa waktu yang kumiliki untuk sejenak menatapmu telah usai

Kau pun kembali pergi entah kemana arahnya
Membawa ketidak tahuan
Membawa 15 derajat sudut bibir yang tertahan , lalu kembali datar

Kepada engkau , yang sempat ku tatap matanya sejenak
Engkau,
Yang seharusnya berani mengambil tindakan
Yang tahu bagaimana isi hatiku
Yang selalu bisa membuat orang lain selalu memikirkanmu
Yang diam diam memperhatikan
Yang bukan hanya menyimpan tanya tapi dapat menjawab pertanyaan
Yang dulu sedekat jengkal denganku namun kini sejauh matahari,
Semoga engkau segera menjadi orang yang dewasa. Bukan hanya pemikirannya , tapi juga tindakannya.

03/09/2016

Lelah

     Ini bukan pertama kalinya aku merasa seperti ada dalam situasi
     seperti ini ketika begitu banyak hal yang berada dalam kepala
     namun tidak ada satupun kata yang mungkin atau dapat ku
     ucapkan. 
      
     Pernahkah kamu merasa sepertiku? Pernahkah kamu berada
     di posisiku? Mulutku rasanya seperti terkunci, hingga rasanya
     kepala ini ingin meledak. Segala cara telah kutempuh untuk
     menutupi semua ini , namun kurasa aku tak akan pernah mampu.

     Namun hingga detik ini aku berusaha menutupnya rapat-rapat,
     hingga pada suatu saat dibulan itu , setengah sisi telah pulih
     namun setengah sisi lainnya belum.

     Kau terus saja membunyikan tanda-tanda itu , aku pura-pura tak
     pernah tahu dan pura-pura tidak ingin tahu , tapi aku telah
     berbohong, sungguh aku berbohong hampir 1 tahun ini, apakah
     kamu tahu? mungkin tidak. Seolah tak pernah terjadi apa-apa. 


     Sungguh , aku benar-benar sudah lelah
     Sungguh.
     tapi rasanya tidak dapat kubicarakan dengan siapapun , bahkan
     untuk berdamai dengan diriku sendiri saja aku sudah kesulitan.

     Do I play hard to get? I guess not.

02/09/2016

Dalam diam itu

Pagi ini , matahari bersinar cerah, angin semilir seraya mengikuti mendinginkan panas yang dihantarkan oleh matahari. Aku pergi melangkah menuju tempat kerja ku. Tampilan sederhanaku, membuatku merasa mungkin tak seorang pun akan melirik ke arahku, bahkan mungkin untuk sekedar tahu bahwa diriku ada disana saja pun enggan. Ketika aku berlari menuju halte, jam sudah menunjukkan bahwa sekarang jam

12/08/2016

Masih

Setelah 4 tahun ini berlalu, aku tak kunjung kembali pada kewarasanku
Merasa selalu ada dalam angan angan yang berlalu seperti angin
Telah kuucap selamat tinggal namun masih saja tak rela melepaskan
Dimana waktu yang kan mengobati itu tiba?
Masih terasa denyut nadi ini bila ku lihat fotonya, bahkan melihat namanya saja aku senang
Dimana kewarasanku?
Apakah aku terobsesi? Apakah aku benar-benar tak akan pergi?
Sungguh ku sudah tak sanggup lagi
Dibalik tawa itu, dibalik canda itu, banyak yg aku coba kendalikan
Menghentikan , mematikan perasaan ini akan seluruh kenangannya
Yang bagiku amat berharga walaupun baginya hanya angin lalu
Dimana kewarasanku?


-Ujar Sang Gila kepada dirinya yang masih ingin diakui kewarasannya

02/08/2016

Sejenak terdiam.

Belakangan ini banyak disadarkan dengan kejadian-kejadian mendadak yang menbuatku terus bergetar.
Memang, hidup ini hanya berjarak lahir dan mati, namun dalam jarak itu lah yang tidak pernah kita ketahui berapa lamanya.

 Ibuku selalu bilang , "Nak, Allah lagi ngingetin kamu bahwa dunia akan segera berakhir. Ibu ga minta kamu jadi seorang extreme-ist , tapi jd orang yang selalu sholat ,bersyukur dan beristighfar" .

Semakin hampir habis sisa usia ini, semakin banyak rintangan yang mesti dilalui. Kejadian-kejadian itu menyadarkanku, bahwa waktu ada batasnya, walaupun ia terus berjalan. Padahal, selama ini yg terlintas di benak hanya soal duniawi saja, melihat diri sendiri selalu lebih rendah dari orang lain padahal belum tentu, membayangkan bagaimana sumringahnya hati ini bila berada di altar resepsi, membayangkan diri ini memiliki segala yang cukup untuk menjalani dunia, dan lain sebagainya.

Tapi, aku luput, aku lalai, aku lupa.

Bagaimana pun, waktu ada batasnya.

Selagi diberi kesempatan, ayo bersyukur dan berlapang dada atas segala hal yang sanggup menempa hidup ini. Kuat dan lemah di posisi yang seimbang, karena kita manusia bukan superhero.

Mari kita tertunduk sejenak, dari segala kesombongan dunia.

16/07/2016

dalam jeda itu


Dia pergi membawa pesan yang tak sampai.
Terjebaklah ia kedalam jeda itu
Yang membawanya kepada keterombang-ambingan hidupnya
Kemudian ia berkata  perasaannya bukan lah hal terpenting yang harus ia sampaikan saat ini, namun ia berbohong

Waktu itu ia bilang ia melangkah pergi
Melangkah jauh dari rumahnya
Lalu dia memberi jeda waktu
Dia berkata bahwa hatinya tidak butuh pulang, lalu ia berbohong

Dan dalam jeda itu, kamu menjadi pembohong ulung.

Kalau kamu pulang (lagi) , akan aku katakan kepadamu,

"apakah aku hanya berharga satu jeda untukmu, lalu kamu pergi lagi?"

Sudahlah, cukup.

Tentukan pilihanmu, buat dirimu sendiri. Jangan mencari jeda, jangan pula jeda dicari.


-12:06-

15/06/2016

Untuk kamu

Dan malam ini pun berselimutkan kabut
Aku berusaha berjalan menembus diantaranya
Sepi
Terasa sunyi
Suara jangkrik menjadi temanku malam itu
Diantara bintang-bintang yang kelap kelip itu
Aku masih dapat rasi yang membentuk kilas wajahmu

Sambil menengadah keatas langit
Aku berdoa sambil seraya berkata
Kepada yang telah meniadakan adanya aku setelah satu masa itu berlalu
Apa kabarmu?
Bagaimana kondisimu sekarang?
Baik?
Masihkah engkau dengan pujaan hatimu satu itu?
Lalu aku kembali melipir sendiri

Kepalaku terasa pusing
Sudah cukup aku memenangkan ego kepada pemilik langit
Seolah aku ada
Padahal aku lebih kecil daripada sebutir debu
Tak berarti
Nyaris tak ada
Dan aku berakhir di persimpangan jalan.
Selamat tinggal
Kepadamu yang telah meniadakan adanya aku setelah satu masa itu berlalu

11/06/2016

Seindah Langit Biru

Aku berlari ke arah matahari berlalu , mengikutiku seolah aku yang diam , sesungguhnya dua sudut itu saling bergerak. Lalu aku berhenti karena lelah, aku tanya pada diriku sendiri , apakah sebenarnya adanya aku memang benar? apakah kebinasaanku menghadirkan kebahagiaan bagi yang lain?. Seperti yang lain , aku hanya berpikir untuk tetap maju , maju kedepan , menghadapi hari di depan yang tak pernah aku ketahui lagi akan seperti apa. Kadang aku rindu, rindu disaat aku masih tidak pernah ada terbesit dalam pikiranku bagaimana tentang menjadi orang dewasa, menjadi seseorang yang selalu dan pasti memikirkan masalahnya sendiri. Aku rindu dimana aku hanya harus pergi 2 jam ke sekolah lalu pulang kemudian tidur tanpa ada beban sedikitpun , kemudian aku bangun lalu main dan kembali ke rumah dalam kondisi dekil...

"Ah pikiran apa ini, sudahlah aku hanya rindu masa kecilku yang tidak mungkin aku putar balikkan lagi. Ngelindur aja aku ini bisanya"

Pembicaraan diri ini sudah terlalu sering hingga otakku terasa cukup penuh padahal kalau kata orang-orang manusia hidup hanya menggunakan 10% kapasitas otaknya saja , kalau diriku sendiri sudah merasa 10000% sepertinya , padahal cuma dipakai untuk hanya terus termenung seperti ini , setiap hari , setiap waktu , ketika aku di kamar ataupun di kantor , padahal itu jam kerja , tapi aku selalu bisa untuk punya waktu untuk seperti ini ,padahal untuk makan aja seringkali tidak sempat , dandan apalagi , bahkan punya pacar saja tidak sempat karena alasan sibuk.
Di usia ku yang sudah mencapai hampir 30 tahun ini , sudah banyak omongan orang mengenai diriku , yang dibilang perawan tua lah , tomboy lah , penyuka sesama jenis lah , apa lah , aku tidak perduli. yang jelas aku bahagia dan berusaha terus menjadi mapan di usia yang tepat demi membahagiakan orang di sekitarku. 


Jangan lagi

Tak sadar kita pernah saling ada di sisi jalan itu
Namun sama-sama tak pernah mau mengakuinya
Bahkan lisan pun seolah membisu
Seketika
Sekejap
Seolah mata ini tak pernah melihatnya jua

Dimanakah....
Sesungguhnya saat itu semestinya hadir
Diantara kenyataan yang mengatakan tidak kepada adanya kita
Dan kepada dunia yang tak mengharapkan keajaiban ini hadir

Oh baiknya kau tak lagi ada disini
Semakin lama aku selalu melihatmu
Selalu ku terbayang akan masa itu

Yang tak pernah lagi pernah mau aku ulangi
Dan jangan lagi engkau membawa harapan itu
Sudah cukupkan saja waktu itu
Dimana lisanmu mengatakan tidak namun sudut matamu mencari dimana kebenaran berada

Dustai saja saat itu
Namun jangan kembali lagi
Aku lelah berada dalam seluruh ke abu-abuan ini
Cukup
Sekian.

27/05/2016

Hari itu tak

Menanti

sampai kapan

sampai kapan aku akan selalu berada di fase ketakutan?

24/05/2016

Benefit

" I only make friends with someone who give benefit for me, .......as long as your presence is advantageous to me, you are my friend already "


tidak ada orang lain yang berani mengucap kalimat se jahanam ini, kecuali dirimu
mungkin kalimat ini bagimu tak bermakna apa apa
tapi ini terlalu menyakitkan
dan cukup
kamu harus merasakan ketidaknikmatan itu
kesakitan itu

jangan merasa hidupmu paling menderita
jangan merasa hidupmu paling menyenangkan
kalau kamu masih berani pakai prinsip itu
karena aku rasa kamu bukan manusia

no joy?
no hope?
no having fun together?
that's what friend means to you?
and I grieve for your existence in this world, too.


At least

Setidaknya jarum jam ini masih berputar saat aku tak lagi bersama mu
Setidaknya mata ini masih bisa memandang ke depan saat aku tak lagi dapat melihatmu dengan jelas
Dan semuanya tetap berjalan baik-baik saja
Walaupun diri ini tak pernah merasa baik

Secerah-cerahnya hari
Segelap-gelapnya hari
Aku tetap disini
Menikmati kesakitan ini diatas kebahagiaanmu
Setidaknya aku tahu
Aku pernah ada disampingmu waktu itu

Lisan ini sudah tidak lagi berguna dihadapanmu
Lalu apalagi yang aku harus katakan?
Setidaknya kamu pernah mendengar dari sudut yang lain
Bahwa aku pernah mengatakan aku (masih) mencintaimu



- Tertanda, dari yang mencintaimu sedjak 2012 sampai dengan tidak tahu kapan -

29/04/2016

14/04/2016

Masih sulit


Sepertinya ucapan
"Saengil chukkae hamnida" hari itu bukan hanya sekedar ucapan belaka di siang bolong
ternyata
masih ada kelanjutannya
hal inilah yang tiap setahun sekali aku nanti
kesempatan untuk bisa berbincang denganmu lagi, selalu aku tunggu
ya memang setiap satu tahun sekali aku punya peluang ini
kalau dihitung sudah 4 kali, wah bertahan juga ya diriku.
sulit, memang masih sulit
melepaskannya memang mudah, namun untuk tak lagi melihat dan berhenti memikirkannya itu yang sulit
mungkin sebagian dari diriku masih mendambanya
sisa-sisa kenangan itu masih selalu ada
dan mungkin akan selalu ada
untuk dirimu yang selalu bisa membuatku tak pernah padam
biarlah takdir ini yang menuntun kita pada akhirnya

01/04/2016

Iya , dia sahabatku

Sudah semenjak tahun pertama aku menginjakkan kakiku di bangku kuliah , dan aku mulai mengenal satu per satu teman-temanku di bangku kuliah.
Mengenalnya merupakan salah satu kebahagiaan terbesarku. Bagaimana tidak, aku bisa berbagi cerita , berbagi suka duka.
Memang ada saatnya aku memilih , memilih siapa orang yang akan aku lebih percayai dibanding yang lainnya.
Aku bilang ia sahabatku , ya kita pernah ada dalam fase itu. fase dimana

17/03/2016

Salah sangka

Siapa bilang aku seperti ini

09/03/2016

No one

Because no one would accept you as better as I am, even though it is hard for me to let go all my bad thoughts about you.





17/02/2016

#KKNneverdiespart1 : Describing Jatisura's People

Yap, here is the thing I should be grateful for :
Kesempatan untuk bisa tinggal bersama 20 orang lainnya dalam satu rumah selama 31 hari.

Kesempatan yang langka , bisa berkenalan hingga mengenal sisi baik dan buruknya hanya dalam waktu 30 hari , kalau kata judul film sih 

" 30 hari mencari sahabat "
atau
" 30 hari mencari baperan?"
 #oops #eh #kode

I didn't expect many things would happen in KKN . Cause I didn't want to get any disappointment. But they were just beyond my expectation.....(ps : I thought I wouldn't love them so much like now :"( )

Terlalu banyak hal yang sudah kita lalui bersama selama 30 hari. Banyak yang berkata "30 hari saja tidak cukup untuk bisa merasa saling terikat emosi-nya satu sama lain" tapi bagiku , itu sudah cukup. Walaupun tidak semua orang bisa aku jangkau selama rentang hari itu , tapi setidaknya rasa ini masih mengikat kepada kalian. Berawal dari satu kejadian setiap orang , aku merasa sudah bisa menganggap kalian keluarga ku. Aku sangat senang bisa mengenal orang lain selain teman kuliahku sendiri. Dan aku tidak bisa menjelaskan mengapa , namun aku senang.

Let me describe them by some words ; (urutan berdasarkan tingkat kedekatan secara emosional >,<)

1. Hafizh Marthajaya a.k.a Hafizh, Hapis, Apis, Hafizhah : Akun 2012. Manusia tersibuk dan terjadwal sepanjang masa. Hafizh juga bisa liat hal yang ga bisa dilihat orang biasanya sama kayak Eja. Tuwir sih tapi ga keliatan tuwir banget kalo liat kelakuan Hafizhah tuh. Jadi moodbooster semua orang selama dirumah , siapapun itu.. You got the real meaning of become My Partner in Crime banget dari urusan rumah, urusan proker , urusan gosip, urusan apapun lah pokoknya! . Secara sifat kita memang agak mirip , cuma ini orang lebih bisa menekan ego dari dirinya dibandingin aku , walaupun aku tahu dia orangnya moody sekali :") (kalo udah diem mojok baca buku karena kelakuan anak-anak dirumah sih paling serem). Selama KKN , ia primadona semua orang dirumah , even itu laki-laki atau perempuan, dia juga multitalent banget sih, terbukti jadi pengajar pas ke SD (nari pupuh bahkan degung pun sanggup doi, saluttt). Kelakuannya tiap pagi yang selalu rolling badannya ke depan dan ke belakang tanpa tau tempat tuh bikin kangen pis.... Aku dan Eja bersikukuh kalau Hafizh masih punya ribuan topeng dalam dirinya sampai sekarang. Someday we'll prove that. Punya ciri khas tersendiri dengan alarm "Moooorning Sunshine"- nya yang selalu sanggup bikin Sherly marah-marah karena ngerasa keberisikan banget. Hafizh itu temen aku ngebolang ke pasar, dia jago masak juga, temen belanja-belanji dari level pasar sampe hedon di mall sih fix banget. Hafizh kalo bobo ciang selalu 26 menit (selama kkn selalu digagalin aku sama ridlo sampe 2 jam). Sebenernya Hafizh ini orangnya ga terlalu suka cerita sih , dia berprinsip pokoknya yang penting orang lain bahagia sebelum dirinya sendiri. Dari hari ke 2 pun kita udah kayak kakak aku banget deh, nemenin ngobrol sampai aku ketiduran di tempat cowok. Makasih juga buat hafizh udah ngajarin aku banyak hal tentang kehidupan yang super keras dan bikin aku terbuka tentang hidup aku selama ini yang ga ada apa-apanya. Makasih juga untuk sesi diluar rumah bagian rumpi berdua doang. Btw pencitraan kamu paling gagal setelah ngirim gambar lagi transfer uang ke aku sih, tergagal seumur hidup lah. Diantara kita berempat , kamu yang paling kakak, segala bisa :))) . Kamu paling siap siaga ngurusin semua pas sakit , ngingetin buat minum tolak angin lah, minum obat lah, therbaikkkk. Pesan aku untuk Hafizh , semoga kamu cepat S.E, cepat bertemu jodohnya yg aku udah tau tipenya kayak apa, sama semoga cepet gendut gak 43kg melulu (!!!)  kalo butuh suntikan lemak call me ajah. Pokoknya Hafizh emang sosok yang punya segala hal dalam dirinya deh, luv parahhhhh!!!

2. M. Eza Suprapto a.k.a Eza, Eja, ChikiBalls, Adek Eja. : Faperta 2013. Awalnya bingung banget gimana caranya mendeskripsikan ini orang, pas pembekalan pun aku cuma ngeliatin dia karena rambutnya yang merah, sekilas ini orang bener-bener tipe laki-laki metroseksual banget sih. Kalo secara kelakuan bener-bener ga bisa ditebak pas awal-awal. Dia sehati banget sama Hafizh masalah "bisa ngeliat apa yang gabisa kita liat". Karena dari hari ke 2 aku udah bikin forum sendiri sama dia karena ada suatu hal yang aku kepoin , berlanjut cerita sampe nangis :") makanya langsung klik banget deh sama eja!. Inget pas perpisahan SD dikasih banyak surat , auramu adik eja ntap sekali. Kita sama sama makhluk jatisura paling mudah berkeringat , berarti metabolisme kita bagus ja :D.
"Teman curhat" terbaik di jatisura. Selalu siap buat cerita tentang apapun walaupun gapernah mau dikasih tau. Defense mechanism kamu terlalu besar nak, kamu harus coba lagi buat belajar untuk memahami dan menerima nasihat dari orang lain. Rekan berdebat masalah kehidupan, dari keluarga, agama, teman, politik, bokep. Dikenal sebagai bocah terbokep se-jatisura, dia akhirnya menemukan rekan se-per-bokep-an dan menjadi duo sejoli baru (((telat nyadarnya setelah mau beres kkn lau))). 


15/02/2016

Berdua

Sebatang rokok menemanimu di pagi hari
Sambil menyeruput secangkir kopi nan pahit
Sambil membayangkan bagaimana kekasih bercerita hari ini

Mengingat cerita duduk berdua di halaman depan itu
Membuatnya teringat kembali
Akan manisnya hari itu

Bagaimana ia bisa lupa?
Sejenak yang terasa begitu lama
Menggoreskan kesan nikmat dan keindahan sendiri dalam tubuhnya
Dunia terasa hanya milik berdua

Berulang,lagi

Tiap waktu mereka bercengkrama
Diantara dunia yang berjalan seiring
Dan mereka yang saling mengiringi

Dan sebatang rokok pun habis dihisap kenangan
Segelas kopi lenyap diserap kehangatan jiwamu

Akankah engkau tahu, rasanya menjadi aku?
Yang hanya bisa menjadi korek api-mu
Menjadi biskuit pelengkap obrolanmu

Aku sendiri
Ketika,
Seolah hari kemarin dan seterusnya milik kalian berdua
Berdua,
Dan aku sendiri meneduh sendiri dibawah payung memandangi hari yang mendung
Mendung karena semesta menangis
Karena aku sedang bersedih
Menyapih lembaran lama
Yang tak bisa aku renggut kembali.

Berdua,
dan aku sendiri.

Biarkan

Biarkanlah aku berjalan dalam gelap sebagaimana kamu menjadi penerangku. Biarkan aku tersesat sebagaimana kamu menjadi penunjuk jalanku.

09/02/2016

Iya?

Setelah sebulan lamanya, 

aku merasa kehilangan jiwaku sebagai "juli si anak psikologi"

Am I going too far from where my soul should be?

aku terlalu menikmati peranku sebagai diriku sendiri.

di hadapan orang-orang non psikologi.

sesulit itu kah memanggil jiwaku kembali?

iya ?

atau tidak?

24/01/2016

Pertanyaan sang Hujan kepada Matahari




                Malam telah gelap , sang Bulan telah kembali dari tempat persembnyiaannya , aku sedang berjalan bersama dia diantara sunyinya sekitar
“Aku punya satu pertanyaan untukmu”
“Apakah itu?”
“Namun bersediakkah kamu untuk menjawabnya?”
“Oh , tentu saja. Apapun akan aku jawab untukmu”
               

penjaga



Garis takdir telah menemukan kita dalam  kejadian yang sama
Di titik itu kita akhirnya saling mengetahui satu sama lain
Bukan sebuah kesalahan
Bukan sebuah kebetulan
Kita telah saling percaya
Dari baikku hingga burukmu
Dan ada saatnya , seolah-olah kau meminta diriku untuk selalu disisimu
Aku yang merelakan jiwa dan ragaku untukmu
Menjagamu dalam bangun dan tidurmu
Ketika kamu sedang percaya dan tidak ingin percaya
Memelihara setiap langkahmu
Katanya , setiap orang di dunia ini memiliki penjaganya masing-masing
Mungkin akulah , sang penjagamu
Penjaga kehidupanmu dari saat kita bertemu hingga nanti kita dipisahkan
Hingga kamu tidak lagi perduli lagi
Dan hingga kamu tak percaya lagi adanya aku
Aku berlari kedalam kesunyianku sendiri
Namun ku tetap kembali padamu
Menjagamu dan melindungimu sekuat diriku
Because, I’m your guardian angel

22/01/2016

Tak bisa

Pernahkah engkau berada di titik jenuh?
Saat seluruh usaha 

20/01/2016