08/12/2011

kisah sebuah batu #01

bentuknya bulat , bisa besar bisa kecil ,terserah bagaimana kamu berimajinasi .
jadi, suatu hari sang batu yang hitam , penuh debu , terlempar dan terombang ambing dijalanan yang penuh dengan batu batu lainnya yang memiliki nasib serupa dengannya . ia berkata kepada temannya yang sama sama batu :

"eh coba kamu fikir , kita disini bersama sama dipecah pecah dari besar menjadi kecil dan digenapkan menjadi satu dalam bentuk tanah, coba kamu pikirkan bagaimana takdir dan nasib kita selalu seperti itu? bisakah kita berubah menjadi manusia manusia yang selalu menindas kita? mereka yang tak tahu bagaimana rasanya menjadi kita, batu batu yang kesakitan dan hanya bisa pasrah menerima semuanya? kamu pikirkan sekarang, apa kamu mau terus kita seperti ini? tidak kan?" katanya, dengan panjang lebar.

temannya hanya bisa tertegun mendengar kata-kata ia barusan , dia bingung, mau menjawab apa , otak dan hatinya pun berkata tidak tahu. namun hanya satu kalimat terlontar dari temannya itu :

"memang Tuhan itu adil kok , kita , saya dan kamu , diciptakan seperti ini memang sudah jalannya,tapi kita akan selalu bisa berguna bagi yang lain, semua diciptakan sesuai porsinya"

sang batu terdiam, tertegun dengan kata-kata temannya tadi.

"mungkin aku memang satu satunya ciptaan Tuhan di dunia ini yang suka mengeluh ,banyak protes dan banyak tanya, mungkin aku tak layak disini sebenarnya" kata sang batu

"namun kamu tidak sendirian" sambung temannya yang lain
"kamu cuma perlu motivasi dalam "mengikhlaskan nasib" yang sudah pasti di depan mata" sambar teman yang lain

"oh mungkin aku hanya harus bersyukur , kan?" sambung sang batu

"yap. kamu cuma harus bersyukur dengan apapun itu yang kamu miliki, dari fisik,batin hati dan fikiran yang bisa kamu dapatkan, you're so lucky , dude"

"namun kalo aku bisa berubah jadi manusia mungkin aku akan berbuat lebih......" sambung sang batu

"jangan banyak bicara dan lakukan apa yang memang bisa dilakukan, jangan banyak bicara dan menuntut!" kata temannya , dengan nada kesal


*bersambung*..............



Nb: ini hanya analogi semata, tanpa maksud lain..

No comments:

Post a Comment