pada akhirnya aku harus ikhlas menerima kenyataan itu
kamu belum sepenuhnya menghilangkan dia dari ingatanmu
walau dia seolah olah memang ingin lupa , namun kamu tidak
bagimu , melupakannya adalah bagian dari mencintainya
namun ,
dia menganggap kamu sudah menjadi sejarah baginya
sejarah bahwa dia pernah mencicipi kisah manis , dengan kamu
kamu mencoba
namun kamu lagi-lagi terjebak
dalam ruang
ruang kisah mu dulu dengannya
aku memaklumimu yang seperti itu
karena aku sedang berada di posisi yang sama
sama seperti kamu yang masih bicara tentangnya
masih mengakui bahwa kau mencintainya
menganggap sedetik bersamanya bagai melewati bertahun tahun rasanya
bahkan saat kamu sama-sama menginjak bumi dengan dia , kau sebut itu dengan berjodoh.
padahal aku juga sama , sama sama menginjak bumi , mungkin kita berjodoh (?)
dan aku disini bukan siapa-siapa kamu
namun aku mencoba memahamimu
dan aku bersikukuh untuk berjalan disampingmu
sentuhan ringan waktu itu menguatkanku tentangmu
walau matamu masih tergambar garis wajahnya hingga kini
namun aku juga sama sepertimu
sama sama memandang masa lalu yang belum tuntas
aku mendukungmu , sepenuh hati
semoga kamu bisa melupakannya
dan aku juga bisa melupakannya
mungkin kita bisa bersatu.
dalam satu jalan yang sama
amin.
-orang kesekian yang serba tahu tentangmu , cinta.-
No comments:
Post a Comment