08/10/2014

tiap saat rasanya

malam mulai menjemput matahari dari tatapannya , sinarnya pun mulai gelap saat itu 
hari tak terasa telah berganti lagi 
aku saat ini hanya bisa memandangi perubahan yang datang 
dan perginya terserah, saat kehendak-Nya hadir , ya semua mengikuti saja
perasaan ini hadir , kalang kabut 
hadir dan lalu hilang kembali

lalu aku bertanya kepada orang yang hadir seketika dibenakku
kamu tau semua tanda ini apa? 
kamu menggelengkan kepalamu

lalu aku tetap tidak diam
aku tetap saja melempar pertanyaan
meski kau hanya di benakku
aku merasa kamu ada

apakah kau pernah mengerti kekecewaan ini sangat menyiksaku?
dan lagi lagi kamu tidak menjawab
ya , karena kamu cuma ada di benakku, bukan realitasku

lalu aku kembali membayangkan 
apakah kamu pernah tahu rasanya ditolak begitu saja?
bagai mimpi di siang bolong
semua rasanya sekelebat hadir dan lalu hilang
entah aku harus bicara pada siapa
dan tetap saja hidupnya berlalu bersama sandiwara yang dibuatnya
namun aku memikirkan kenyataannya
bahwa sejatinya kehidupan ini hanya ilusi semata

tidak ada segala hal yang sejati 
hanya diri-Nya lah yang sejati
bukan juga kamu
hanya bayangan
tipu muslihat

mengunci mulut tapi tak dapat mengunci emosi
karena aku manusia, kamu juga

aku sudah coba semua hal
hal yang mungkin menurutmu gila
bahkan aku sendiri sudah melepaskan diri dari ikatan logika
batas kewajaran hilang sudah

lalu aku ambil belati di saku-ku
kupandangi sambil berkata
inikah jalan yang terbaik...atau tidak

tidak , ini bukan seharusnya

namun aku terlanjur sakit
merah segar terlanjur hadir
walau belum banyak , aku puas
rasa beban sedikit hilang
aku merasa terlepas akan segala hal
tak lagi terbelenggu
jiwa ini melayang jauh terbang , mendekat ke awan


aku terbangun , 
ya , aku hanya bermimpi sekian lama ini
tetap saja aku harus berjalan diatas kekecewaanku 
dunia mengecewakan
sungguh 
mungkin hanya aku yang merasakan
kamu tidak , dia tidak , yang lain tidak

aku tidak paham
kamu pun juga tidak


hanya torehan ini yang bisa aku keluarkan 
di atas kekecewaan yang membelenggu


Jatinangor, 8/10/2014 22.24



No comments:

Post a Comment