ya , lagi lagi aku hari ini ditegur oleh-Nya yang kesekian kalinya.
Sore ini , dikala langit sangat sendu , suasana hati sendu pula. Seseorang sedang menungguku, untuk menceritakan sesuatu , aku pikir hanya cerita biasa mungkin....mungkin. Terlalu banyak kata mungkin dalam benakku saat itu. Oke, kami memutuskan untuk mencari tempat senyaman mungkin sore itu , aku memilih untuk disini , selasar ini, ya sedikit banyak manusia hilir mudik , tapi tak mengapa bagiku , cukup untuk memandang ke langit ketika aku merasa tak lagi fokus , hanya untuk mengucap sedikit syukur setelah melihatnya , batinku mengucap. Sore itu aku cukup lelah , aku baru saja kembali sehabis mengambil jadwal terapi , ya , namun aku tidak sejatinya sakit ko InshaAllah.... hanya butuh sedikit penanganan non medis , eh medis deng.
Cerita ini berawal dari sebuah kejujuran menyakitkan hari ini , yang sudah ku duga sebelumnya. Aku memang merasa akhir-akhir ini aku berubah terlalu signifikan , aku mulai membuka tembok yang selama ini sudah kubangun sendiri , kasarnya, "aku membuka jalan ke nerakaku sendiri". Aku berpura-pura tidak tahu saja , lalu aku bertanya
"ya, mau ngapain ya kira-kira kita?"
"aku mau ngasih tau sesuatu jul. serius ya ini"
serius kali rupanya....ucapku dalam hati....
"sebenernya ga tega sih ngasih taunya , tapi kalo ga dikasih tau juga berarti aku jahat"
"apa toh? langsung aja, aku merasa sesuatu yang aneh soalnya"
oke, aku menyanggupi untuk menyayat luka ku yang belum sepenuhnya sembuh setelah beberapa hari kemarin merasa terluka. dengan logat yang sedikit campur-campur , bicara aku-kamu namun kadang gue-elu. aku merasa dunia sedang bercanda, namun tidak. ini nyata
No comments:
Post a Comment