11/07/2015

The essential meaning


" Ah elu baca puisi dikit gitu aja sedih , elu mah dikit - dikit baper"
"Duh , masa dia ga bales sms gue seharian" " Ah jangan baper mulu napa , lagi sibuk aja kali"

Akhir akhir ini , lagi tren banget sama kata "Baper". Kalo kata banyak orang  baper itu artinya "bawa perasaan (alias kebawa perasaan). Agak aneh awalnya baca kata ini , kenapa? Jujur , agak ga setuju sama konsep ini. Manusia wajar memiliki perasaan yang hadir akan suatu hal , masa orang mau dilarang punya perasaan, kalo ga punya perasaan juga salah. Terus enaknya gimana?
Bukan untuk mengurangi makna diri , namun ada yang harus diperbaiki dari perbendaharaan kata maupun pemaknaan kata dari baper itu sendiri.

Mungkin inilah salah satu penyebab banyak masyarakat kita yang cenderung berpikir sesuatu hal pada dirinya dapat membuat dirinya selalu buruk (destruktif) , perspektif nya yang harus diubah. Manusia dilahirkan beragam , dengan kacamata beragam , cara menyikapi masalah beragam. Begitu juga ketika seseorang membangun dirinya. Ada yang menanggapi dengan maksud sama namun dengan cara yang berbeda. Mungkin "baper" disini adalah cara mereka untuk mengatasi stress yang dialami , atau malah pengalih stress , bahkan cara seseorang men-denial keadaan diri mereka.

Buat kamu yang masih suka ngeledekkin orang yang baper , mungkin kamu harus berpikir ulang.

Kemudian berpikir ulang , apakah definisi ke-baper-an menurutmu itu konstruktif apa destruktif?

No comments:

Post a Comment