"mau makan apa? pesen dulu gih"
"engga kok kenyang , tadi udah masak"
"kapan gue dimasakin?"
aku cuma bisa tersenyum memandangnya. Pertanyaan lumrah bagi setiap orang yang makan bersamaku. Aku memang suka memasak, tapi aku lebih suka melihat mereka makan lahap dengan makanan selain buatanku. Aku tahu makanan ku bukannya tidak enak , aku cuma tidak percaya diri saja.
"yaudah gue pesan duluan ya , lo gapapa nungguin gue makan?"
"seloooooo ah"
"sip"
nikmat rasanya , melihat orang lain lahap makan , apalagi sekarang jam makan siang , pasti lapar sekali bukan?
sebenarnya bukan hanya hal itu sisi nikmatnya kali ini , makan siang ini aku tidak sendiri (meskipun aku memang tidak makan). Sekiranya menemani seseorang yang bisa membuatku seperti ini sekarang , aku merasa baik-baik saja , bahkan lebih baik dari seharusnya.
"makasih udah ditemenin makaan , laper banget parah , dari pagi belum makan"
"sama sama yaa, diet lu?"
"kagak , mana ada kamus diet dalam hidup gue. ohiya, bagaimana projek kita kali ini? siap dong?"
"siaaap bos, mau gimana nih ? diatur aja"
"hahaha siap deh , mantap. ohiya , lo hari ini sendirian aja?"
"iya lah , mau sama siapa coba. emang kenapa?"
"berarti seharian ini bisa nemenin gue kan?"
mau sehari , mau sampai besok , mau setahun kedepan , atau bertahun-tahun kedepan aku tidak pernah keberatan, kok , asal kamu tahu.
"permisi , mbak ini es teh manisnya, blue ice nya juga"
"oh iya makasih mas"
"hiduplo kerjaannya cuma pesan es teh manis"
"es teh manis punya filosofi sendiri , lo harus tahu itu. sederhana , tapi tidak pernah membuatku bosan, murah tapi tidak murahan , maksudnya es teh manis selalu ada dimana-mana kan, restoran termurah sampai termahal, itu bukti dia bisa bisa dimana saja. es teh manis itu , perpaduan antara panas dan dingin"
"selalu saja , berakhir dengan filosofi"
"udah abisin dulu tuh makanan lo, jangan biasain ga abis kalo makan"
"ini aja udah mau nambah lagi asal lo tau , tapi karena mahal ya ga jadi"
"hahahahahaha nyebelin"
selalu saja , berakhir dengan tertawa , aku coba membawa arus dalampembicaraan kali ini , namun lagi lagi dibelokkan menjadi tawa. makan siang ini selalu kunanti , bukan aku ingin makan , tapi aku ingin selalu mau tahu akan bersama siapa aku makan siang itu. percakapan sendiri ini berputar dikepalaku , selalu.
"sudah makannya?"
"sudaaaaah , lama ya?"
"seloooo"
((lalu obrolan berlanjut membicarakan proyek yang sedang akan dibuat))
2,5 jam membicarakan proyek pun selesai. aku tidak pernah berharap sesi ini akan selesai.
"sekarang mau kemana kita?"
"ngikut aja gue"
"yaudah yuk kita cari tempat lain"
memang , bersamamu tidak akan pernah usai. namun berganti suasana , dan memang kurasa perlu.
terimakasih makan siangnya , maksudnya kesempatan menemanimu .:
No comments:
Post a Comment