Belakangan ini banyak disadarkan dengan kejadian-kejadian mendadak yang menbuatku terus bergetar.
Memang, hidup ini hanya berjarak lahir dan mati, namun dalam jarak itu lah yang tidak pernah kita ketahui berapa lamanya.
Ibuku selalu bilang , "Nak, Allah lagi ngingetin kamu bahwa dunia akan segera berakhir. Ibu ga minta kamu jadi seorang extreme-ist , tapi jd orang yang selalu sholat ,bersyukur dan beristighfar" .
Semakin hampir habis sisa usia ini, semakin banyak rintangan yang mesti dilalui. Kejadian-kejadian itu menyadarkanku, bahwa waktu ada batasnya, walaupun ia terus berjalan. Padahal, selama ini yg terlintas di benak hanya soal duniawi saja, melihat diri sendiri selalu lebih rendah dari orang lain padahal belum tentu, membayangkan bagaimana sumringahnya hati ini bila berada di altar resepsi, membayangkan diri ini memiliki segala yang cukup untuk menjalani dunia, dan lain sebagainya.
Tapi, aku luput, aku lalai, aku lupa.
Bagaimana pun, waktu ada batasnya.
Selagi diberi kesempatan, ayo bersyukur dan berlapang dada atas segala hal yang sanggup menempa hidup ini. Kuat dan lemah di posisi yang seimbang, karena kita manusia bukan superhero.
Mari kita tertunduk sejenak, dari segala kesombongan dunia.
No comments:
Post a Comment