Sore itu..
Sambil menyetel lagu
Sejenak terasa waktu seperti berhenti
Aku duduk sendiri sambil mengingat kenangan kita
Awal pertemuan
Hanya saling melihat mata
Setelah itu kabur pergi
Hari demi hari kita saling bertemu di persimpangan
Diantara surau di suatu hari kemarau
Seraya tersenyum dibawah langit jingga
Aku tak sangka akan berakhir begini
Kita yang tak tahu bahwa akan pernah saling menggoreskan
tinta
Di dalam kenangan dan senyum pahitku setelah kau pergi
Aku sendiri masih menunggu atas jawabanmu
Sementara engkau kembali melihat ke belakang
Malam itu, kau hanya ingin bersamaku
Tapi hari ini engkau meronta merindunya
Sementara tak jua kau lihat aku
Disini bermuram durja
Oh Tuhan, ini kah hukuman bagiku?
Yang pernah pura-pura tidak tahu sementara orang lain
memanjat doa
Pertanyaanku, apakah ia sama sekali tak ingat rupa ku?
Yang selalu ingin mengulang-ulang kembali
Yang indah bagiku
Namun suram baginya
Perempuan ini sungguh melukaiku, katanya
Dan pria itu sungguh baik hati, kataku
Melepaskanmu adalah jalan terakhir bagiku
Sementara melepaskanku adalah utama bagimu
Yang tidak pernah inginkan adanya aku
Sayonara, tuan.
Sayonara, tuan.
No comments:
Post a Comment