14/03/2017

Masa lalu


Sore itu..


Sambil menyetel lagu


Sejenak terasa waktu seperti berhenti


Aku duduk sendiri sambil mengingat kenangan kita


Awal pertemuan


Hanya saling melihat mata


Setelah itu kabur pergi


Hari demi hari kita saling bertemu di persimpangan


Diantara surau di suatu hari kemarau


Seraya tersenyum dibawah langit jingga


Aku tak sangka akan berakhir begini


Kita yang tak tahu bahwa akan pernah saling menggoreskan tinta


Di dalam kenangan dan senyum pahitku setelah kau pergi


Aku sendiri masih menunggu atas jawabanmu


Sementara engkau kembali melihat ke belakang


Malam itu, kau hanya ingin bersamaku


Tapi hari ini engkau meronta merindunya


Sementara tak jua kau lihat aku


Disini bermuram durja 


Oh Tuhan, ini kah hukuman bagiku?


Yang pernah pura-pura tidak tahu sementara orang lain memanjat doa


Pertanyaanku, apakah ia sama sekali tak ingat rupa ku?


Yang selalu ingin mengulang-ulang kembali


Yang indah bagiku


Namun suram baginya


Perempuan ini sungguh melukaiku, katanya


Dan pria itu sungguh baik hati, kataku


Melepaskanmu adalah jalan terakhir bagiku


Sementara melepaskanku adalah utama bagimu


Yang tidak pernah inginkan adanya aku



Sayonara, tuan.
 

No comments:

Post a Comment