Mungkin, ini adalah kesekian kalinya aku memiliki penyesalan yang sama. Setelah membunuh waktu yang begitu lama, namun tak pernah sekalipun terbesit di benakku untuk sekali lagi memberanikan diri jujur pada diri sendiri. Ingat, diri sendiri.
Lalu aku bertanya pada kawan di sekelilingku, meminta afirmasi dan keyakinan diri padahal sumbernya sebenarnya hanya dari satu, yaitu diri sendiri.
Hingga akhirnya aku mulai lelah, dan begitupun kamu. Sebagaimana kita pernah menyetujui untuk saling membuka, tanpa ada kata tidak. Tapi, semua lupa begitu saja karena kita terlalu sibuk mengejar waktu sementara waktu terus berjalan tanpa kita minta dia berlari.
Akhirnya, lagi-lagi aku terlambat. Dia telah pergi untuk saat ini.
Katanya, dia tidak akan pernah melepasku, tapi aku tahu, ia sedang mengujiku.
Entah lah, mungkin ini hanya lagi-lagi siklus sepihak.
Yang sampai kapan tidak tahu akhirnya.
Semoga....semoga...semoga.
No comments:
Post a Comment