20/06/2015

"Intimacy" Issues - Self review. #EdisiHabisUasKepribadian2



Udah lama banget ga buka blog dan curhat. Biasanya cuma liat postingan syair yang sendu-sendu aja ya kan?

Lagi minggu uas juga sih jadinya agak-agak ga mood buat posting apapun , dan kegiatan sebejibun itu bikin tidur melulu. Hehehe
Ohya , mau bahas langsung to the point aja ya,

Jadi gini , beberapa hari yang lalu , sempet kena terror (lebay?!) , ya ada yang nelepon gitu. Tapi gatau itu siapa. Wong itu private number. Selalu pas jam 23.32 dan pas diangkat jawabannya cuma kayak orang lagi mau ngerekam sesuatu , kalo ngomong "ini siapa?" pasti dijawabnya kayak orang kumur2 gitu. Horror emang. Setelah update di timeline line , doi menghilang. Siapa tahu dia temen line (nahloh?!) sempet kepikiran gitu. Karena menelisik dari update line , emang sih pernah beberapa kali masang nomer handphone dikarenakan ketidak berdayaan paket handpone... siapa tahu ada pemberitahuan urgent. Tapi kok ujungnya jadi gini, pesan moral : jangan pernah masang nomer handphone di status line . #Noted.

Terus , lanjut ke cerita selanjutnya,

Sekarang lagi ada di fase gak percaya diri sama apa itu membangun intimacy -_- lagi susah banget untuk membangun self efficacy karena ngerasa kebutuhan sebelumnya ada yang mungkin belum terpenuhi, Kenapa ya kira-kira?

Asumsi #1 :

Kalo ngintip dari teorinya Maslow yang Hierarchy of Needs ,






Kalo teori ini kan bilangnya , ketika seseorang berhasil memenuhi kebutuhan yang ada di tingkat bawahnya , baru bisa ngelanjutin ke atasnya , sampai akhirnya mencapai self actualization. Istilahnya , karena ga mendapatkan kebutuhan yang dibawah makanya yang diatasnya ga bisa digapai. Trust issue tentang "cinta" sedang meningkat-meningkatnya. Padahal kalo dilihat dari lingkungan sekitar, justru temen-temen banyak lagi yang bahagia, bahagia dengan kondisi diri dan mungkin bisa dibilang "sedang membangun cinta" (( karena jatuh cinta itu mainstream)) .
Perasaan ini mungkin bisa aja hadir karena tadi , tidak tercapainya rasa aman dalam diri. Kebutuhan rasa aman yang didefinisikan disini bisa berbeda-beda tiap orang.
Bisa juga rasa aman tidak didapatkan karena adanya kebutuhan fisiologis yang tidak didapatkan sebelumnya , yaitu , kurang tidur , kesulitan untuk bernafas, kebutuhan homeostatis tubuh yang tidak terpenuhi , dan lain sebagainya. Sebenernya bukan 100% ngikutin teori Maslow sih , cuma sebagai salah satu acuan teori sebagai indikasi munculnya masalah ini.

Asumsi #2 :

Kalau dari teori Rogers , yang mengatakan bahwa Need for positive regards yang bisa dimaknai sebagai kecenderungan individu untuk ingin dihargai, diterima, dan dicintai oleh sesama manusia dalam hidupnya. Kasus ini bisa saja hadir karena tidak terpenuhinya bagian ini, kita semua tahu bahwa manusia , terutama yang sedang dalam masa remaja akhir , harus memenuhi kebutuhan ini. Sebenernya semua stage umur juga harus sih , tapi karena masa yang berapi-api ini akhirnya membuat kebutuhan ini menjadi lebih urgent dan besar dari yang lain.  Kebutuhan yang tidak terpenuhi akhirnya membuat self concept seseorang tidak berhasil dibentuk karena tidak adanya pengalaman yang dapat membuat seseorang mengkonklusikan kepribadiannya.



Sebenernya masih ada beberapa asumsi lagi , tapi....mager ngetik hahahahha


No comments:

Post a Comment