Kita pernah ditakdirkan dalam diam
Ketika seluruh raga ini tak bisa melakukan apa-apa
Suasana sekitar pun ikut diam , gelap , tanpa cahaya
Namun mataku masih dapat melihat kamu disana
Malam itu aku hanya bergelut dengan isi kepalaku sendiri
Antara aku ingin berbuat sesuatu atau mengalah saja
Namun yang aku lihat hanyalah kekecewaan tergambar di wajahmu
Lagi-lagi aku hanya bisa terdiam
Ada apa dengan kita selama ini?
Tahukah kamu bahwa aku sebenarnya mengetahui semua itu?
Mungkin aku memang tidak pernah tahu seperti apa rasa itu padamu
Yang aku tahu hanyalah ada sesuatu , diantara kamu dan perasaanmu sendiri
Aku tahu , aku merasa dilibatkan dalam hal ini
Mungkin ada rasa yang baru hadir
Namun terlambat aku sadari
Tapi setidaknya aku menyadarinya , at least.
Terlambat , kepalaku terlanjur penuh
Namun mulutmu tetap membisu dihadapanku dan aku pun begitu
"Maaf ya aku mengecewakanmu"
Kata itu saja yang pernah kudengar , sekali
Bukan itu yang ingin aku dengar sebenarnya
Yang aku ingin tahu ialah isi hatimu
Yang menyangkut aku
Ya , sebut saja aku ingin tahu
Tapi kamu juga harus tahu , mengapa semua ini bisa aku sadari begitu lambat
Karena itu , kamu sendiri , dan cinta yang memang baru hadir
Aku sebut itu cinta ,
Kata kamu belum tentu
Tapi satu hal yang pasti ,
memang semuanya terlambat untuk diketahui.
Namun aku tetap , ingin tahu.
Kupasrahkan semua ini , jika memang kita ditakdirkan untuk bersatu , kita kan menjadi satu :)
No comments:
Post a Comment