Sebatang rokok menemanimu di pagi hari
Sambil menyeruput secangkir kopi nan pahit
Sambil membayangkan bagaimana kekasih bercerita hari ini
Mengingat cerita duduk berdua di halaman depan itu
Membuatnya teringat kembali
Akan manisnya hari itu
Bagaimana ia bisa lupa?
Sejenak yang terasa begitu lama
Menggoreskan kesan nikmat dan keindahan sendiri dalam tubuhnya
Dunia terasa hanya milik berdua
Berulang,lagi
Tiap waktu mereka bercengkrama
Diantara dunia yang berjalan seiring
Dan mereka yang saling mengiringi
Dan sebatang rokok pun habis dihisap kenangan
Segelas kopi lenyap diserap kehangatan jiwamu
Akankah engkau tahu, rasanya menjadi aku?
Yang hanya bisa menjadi korek api-mu
Menjadi biskuit pelengkap obrolanmu
Aku sendiri
Ketika,
Seolah hari kemarin dan seterusnya milik kalian berdua
Berdua,
Dan aku sendiri meneduh sendiri dibawah payung memandangi hari yang mendung
Mendung karena semesta menangis
Karena aku sedang bersedih
Menyapih lembaran lama
Yang tak bisa aku renggut kembali.
Berdua,
dan aku sendiri.
No comments:
Post a Comment