aku merasa kehilangan jiwaku sebagai "juli si anak psikologi"
Am I going too far from where my soul should be?
aku terlalu menikmati peranku sebagai diriku sendiri.
di hadapan orang-orang non psikologi.
sesulit itu kah memanggil jiwaku kembali?
iya ?
atau tidak?
No comments:
Post a Comment