11/06/2016

Seindah Langit Biru

Aku berlari ke arah matahari berlalu , mengikutiku seolah aku yang diam , sesungguhnya dua sudut itu saling bergerak. Lalu aku berhenti karena lelah, aku tanya pada diriku sendiri , apakah sebenarnya adanya aku memang benar? apakah kebinasaanku menghadirkan kebahagiaan bagi yang lain?. Seperti yang lain , aku hanya berpikir untuk tetap maju , maju kedepan , menghadapi hari di depan yang tak pernah aku ketahui lagi akan seperti apa. Kadang aku rindu, rindu disaat aku masih tidak pernah ada terbesit dalam pikiranku bagaimana tentang menjadi orang dewasa, menjadi seseorang yang selalu dan pasti memikirkan masalahnya sendiri. Aku rindu dimana aku hanya harus pergi 2 jam ke sekolah lalu pulang kemudian tidur tanpa ada beban sedikitpun , kemudian aku bangun lalu main dan kembali ke rumah dalam kondisi dekil...

"Ah pikiran apa ini, sudahlah aku hanya rindu masa kecilku yang tidak mungkin aku putar balikkan lagi. Ngelindur aja aku ini bisanya"

Pembicaraan diri ini sudah terlalu sering hingga otakku terasa cukup penuh padahal kalau kata orang-orang manusia hidup hanya menggunakan 10% kapasitas otaknya saja , kalau diriku sendiri sudah merasa 10000% sepertinya , padahal cuma dipakai untuk hanya terus termenung seperti ini , setiap hari , setiap waktu , ketika aku di kamar ataupun di kantor , padahal itu jam kerja , tapi aku selalu bisa untuk punya waktu untuk seperti ini ,padahal untuk makan aja seringkali tidak sempat , dandan apalagi , bahkan punya pacar saja tidak sempat karena alasan sibuk.
Di usia ku yang sudah mencapai hampir 30 tahun ini , sudah banyak omongan orang mengenai diriku , yang dibilang perawan tua lah , tomboy lah , penyuka sesama jenis lah , apa lah , aku tidak perduli. yang jelas aku bahagia dan berusaha terus menjadi mapan di usia yang tepat demi membahagiakan orang di sekitarku. 


No comments:

Post a Comment