15/06/2016

Untuk kamu

Dan malam ini pun berselimutkan kabut
Aku berusaha berjalan menembus diantaranya
Sepi
Terasa sunyi
Suara jangkrik menjadi temanku malam itu
Diantara bintang-bintang yang kelap kelip itu
Aku masih dapat rasi yang membentuk kilas wajahmu

Sambil menengadah keatas langit
Aku berdoa sambil seraya berkata
Kepada yang telah meniadakan adanya aku setelah satu masa itu berlalu
Apa kabarmu?
Bagaimana kondisimu sekarang?
Baik?
Masihkah engkau dengan pujaan hatimu satu itu?
Lalu aku kembali melipir sendiri

Kepalaku terasa pusing
Sudah cukup aku memenangkan ego kepada pemilik langit
Seolah aku ada
Padahal aku lebih kecil daripada sebutir debu
Tak berarti
Nyaris tak ada
Dan aku berakhir di persimpangan jalan.
Selamat tinggal
Kepadamu yang telah meniadakan adanya aku setelah satu masa itu berlalu

No comments:

Post a Comment