16/07/2016

dalam jeda itu


Dia pergi membawa pesan yang tak sampai.
Terjebaklah ia kedalam jeda itu
Yang membawanya kepada keterombang-ambingan hidupnya
Kemudian ia berkata  perasaannya bukan lah hal terpenting yang harus ia sampaikan saat ini, namun ia berbohong

Waktu itu ia bilang ia melangkah pergi
Melangkah jauh dari rumahnya
Lalu dia memberi jeda waktu
Dia berkata bahwa hatinya tidak butuh pulang, lalu ia berbohong

Dan dalam jeda itu, kamu menjadi pembohong ulung.

Kalau kamu pulang (lagi) , akan aku katakan kepadamu,

"apakah aku hanya berharga satu jeda untukmu, lalu kamu pergi lagi?"

Sudahlah, cukup.

Tentukan pilihanmu, buat dirimu sendiri. Jangan mencari jeda, jangan pula jeda dicari.


-12:06-

No comments:

Post a Comment