13/10/2015

tanya

"Alex!"
"Hai

Seraya menoleh dan melambaikan tangan padaku , kamu berlari menghampiri. Entah apa , padahal bukan maksudku

11/10/2015

Sejenak

Sudah dua jam berlalu , semenjak kau berjanji untuk hadir di detik itu. Dari dandanan ku masih penuh , wajah merah merona , hingga pudar seperti aku dikala pagi , belum mandi. Masih ingin bersabar aku dengan mu , namun...

"cukup! aku sudah terlalu lama menunggu" 

Seraya aku menenggak secangkir cokelat hangat dihadapanku , yang lebih manis dari kamu. Lalu aku duduk kembali. 

"yasudah lah , nanti juga datang"

*hp berdering*

aku ingin sekali jahat kepadamu , rupanya aku tak pernah bisa. Pasti nanti aku yang akan sendiri merasakan lukanya, namun kamu tidak. aku mengalah lagi.

"ya?"
"maaf kamu ada dimana sekarang?"
"...."

Aku selalu saja ingin marah disaat seperti ini, sangat ingin. Tapi lagi-lagi ku tahan saja. Perasaan ini terlalu besar, untukmu seorang. Seseorang yang telah bersama yang lain. Yang menjadi pengharapan orang lain atas kebersamaan kamu dengannya, aku? bukan apa apa dan bukan siapa-siapa juga.

Lalu 25 menit kemudian ,  ia datang dengan keadaan lusuh masih memegang hp nya yang basah , berantakan , nyawa seperti terbang kemana-mana. Aku tak bisa melihatmu , saat ini. 

"kok pertanyaanku tidak kamu jawab tadi?"
"menurutmu?"
"segitu tidak sudikah engkau bicara denganku hari ini?"


Ya , aku marah, sesungguhnya jengkel. Tapi tetap , melanjutkan pembicaraan yang terpotong semenjak tadi pagi itu favoritku. 

"mari duduk, habiskan dulu cappucino dinginnya , yang kamu minta dan kamu cari sedari masih panas"
"kamu memang luar biasa"
"mengapa?"
"rahasia, nanti juga kamu tahu jawabannya"

kita bicara , dari kaku , sampai hanya tertawa terbahak-bahak melihat wajah satu sama lain. Oh tidak mungkin aku jatuh kali ini, tidak mungkin.
Tapi rasa siapa yang tahu pemiliknya 
Anggap saja semua ini pengalihan sejenak

"Lalu , menurutmu apa yang kamu anggap sebagai sesuatu yang dapat dipercaya?" 
"Intuisi mu , nomer satu"
"Kemudian?"
"Aku percaya satu hal , Perasaanmu, yang selalu kamu tahan dariku kan? aku tahu itu "


4 jam berlalu, ini bukan lagi masalah menunggu, namun siapa yang beruntung , menghabiskan waktu di warung kesukaan , ditambah dengan suara merdu khasmu saat bercerita , dan senyum mautmu. Oh Tuhan , dosa apa hamba-Mu ini?
I love the way you bring me from small talk to our deepest conversations

Last time, you came with nothing , but then you left so much things after all

After many days , after many hours we spent together

And, I've just realized this 
I'm attracted with someone who has charisma
But I'm in love with someone who can talk about A to Z with me , no matter how long it takes

04/10/2015

untukmu

Untuk seseorang yang pernah tahu segalanya tentangku , namun sekarang tidak

Untuk seseorang yang berani untuk bercerita tentang segalanya , namun sekarang tersenyum saja segan

Untuk seseorang yang pernah hadir dalam siang dan malamku , namun sekarang dicari pun sulit rasanya

Untuk seseorang yang pernah ku ikuti langkah nya setiap hari , namun sekarang aku ada dalam jarak

Untuk seseorang yang selalu ku buat kesal karena kehadiranku , namun sekarang aku diam

Untuk seseorang yang pernah merasa ketakutan oleh adanya diriku , namun sekarang aku memilih pergi

Untuk seseorang yang masih merasa aku belum menghapus segala tentangmu , namun sekarang aku sudah melupakanmu

Untuk seseorang yang merasa memenuhi seluruh kriteria diatas , maaf aku bukan lagi orang yang kau pikir masih seperti itu.

Aku sudah berubah. Sekarang semuanya kubuat biasa saja.

Tanpa ada lagi alasan aku akan terus membuatmu berjarak seperti hari ini.

Semuanya karena kamu.

Yang tanpa kata tanpa terucap sepatah katapun aku tahu kamu merasa begitu.